Beranda Nasional Menteri PUPR Apresiasi Tembusnya Terowongan 1 Proyek Kereta Cepat

Menteri PUPR Apresiasi Tembusnya Terowongan 1 Proyek Kereta Cepat

146
0
RSUD Tobelo

Jakarta

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengapresiasi keberhasilan konsorsium kontraktor PT. Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menembus Terowongan 1 Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Terowongan 1 merupakan yang terbesar dengan diameter 13,2 meter dengan panjang 1.885 meter.

“Atas nama Tim Komite Keselamatan Konstruksi Komite, saya mengucapkan selamat tunnel pertama dari 11 tunnel yang akan dibangun pada trase Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Ini merupakan kerja keras dan kerjasama yang baik antar anggota konsorsium, pelaksana fisik Kereta Cepat Jakarta-Bandung,” kata Menteri Basuki, dalam rilis yang diterima IndonesiaDev, Kamis (17/12/2020).

Menurut Basuki, pekerjaan ini merupakan pekerjaan besar untuk menghadirkan kereta cepat pertama di tanah air. Ia pun berpesan agar Konsorsium Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) selalu menjaga kualitas pekerjaan, dengan tetap menjaga lingkungan serta menerapkan protokol kesehatan Covid-19.
Menteri PUPR mengingatkan, proyek ini bersinggungan dengan pemukiman warga dan pekerjaan infrastruktur lainnya seperti Light Rail Transit (LRT) dan jalan tol Jakarta-Cikampek.

“Disamping itu, menjelang puncak musim penghujan tahun 2020 ini dan awal 2021, koordinasi dengan Kementerian PUPR perlu diintensifkan agar tidak terjadi lagi banjir di jalan tol,” tegasnya.

Sebagai informasi, KCIC memperoleh penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) terkait mesin bor berdiameter 13,2 meter yang digunakan di Tunnel, sebagai Mesin Bor Terbesar Pembuat Terowongan di Indonesia.

Direktur Utama PT. Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Chandra Dwiputra mengatakan bahwa penembusan tersebut merupakan hasil sinergi dan kolaborasi dua negara untuk menghadirkan kereta cepat ke hadapan masyarakat di tanah air.
“Para ahli dari dua negara bersinergi dalam setiap proses, sehingga transfer ilmu terjadi secara terus menerus di berbagai sisi persiapan.” Ujar Chandra.

Ia menambahkan, tunnel 1 sepanjang 1.885 meter kontruksinya menggunakan bor TBM terbesar di Asia Tenggara, sehingga proses pengeboran tidak mempengaruhi aktivitas masyarakat.

“Selesainya tunnel ini membuat progres terakhir proyek kereta cepat menjadi 64,4%. Total ada 13 tunnel yang sudah selesai pengerjaannya,” jelasnya.

Proyek KCJB sepanjang 142,3 kilometer ini dibangun oleh PT KCIC yang merupakan konsorsium bentukan PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dengan China Railway Corporation. PSBI merupakan konsorsium empat BUMN, yakni PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Jasa Marga (Persero) Tbk., dan PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero). Adapun, PT. Wijaya Karya memiliki porsi kepemilikan saham sebanyak 38 persen.

Kereta cepat Jakarta – Bandung merupakan proyek kereta cepat pertama di Indonesia yang telah diinisiasi sejak Tahun 2015. Proyek kereta cepat lahir dari kolaborasi dua negara, Indonesia dan China, yang merupakan salah satu dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 56 Tahun 2018.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here