Beranda Daerah Meskipun Diduga Banyak Masalah, Hotel Mata Ie Resort Sabang Akan Dibuka Kembali

Meskipun Diduga Banyak Masalah, Hotel Mata Ie Resort Sabang Akan Dibuka Kembali

78
0

Sabang, NAD

Mata Ie Resort satu-satunya hotel berkelas yang ada di Sabang, selama ini menjadi pilihan para pejabat yang melakukan aktifas baik pejabat tingkat daerah Kota Sabang, pejabat tingkat provinsi, maupun pejabat pemerintah pusat, kerap menggunakan Mata Ie Resort sebagai tempat idamannya.

Namun, baru-baru ini hotel berkelas tersebut tiba-tiba ditutup karena diduga banyaknya masalah, mulai dari sejak dibangun hingga dioperasikan. Sehingga, sempat turun tim melakukan kebenaran terhadap masalah-masalah yang terkesan dibiarkan tanpa ada pengurusannya.

Pemilik hotel Mata Ie Resort Sabang, Thomas (64),
saat dikonfirmasi Bhayangkara Utama.com., mengakui bahwa ada beberapa masalah yang terjadi di hotel Mata Ie Resort miliknya, maka untuk sementara hotelnya ditutup sementara sekaligus menunggu proses surat izin yang selama ini tidak dimilikinya.

“Iya bang, saya yang tutup sendiri hotel bukan penegak hukum, karena sebelumnya saya tidak tahu bahwa ada yang tidak boleh saya lakukan tanpa izin seperti mengambil air bumi untuk keperluan komersil,” kata Thomas, tanpa merinci apa saja yang dilanggarnya, saat dikonfirmasi media ini belum lama ini.

Menurut Thomas, dirinya bukan tidak mau mengurus semua izin tetapi karena tidak tahu bahwa yang telah dilakukan itu. “Sehingga begitu diberitahu ada masalah maka hotel saya tutup untuk mengurus izin-izin yang diperlukan dan kalau surat izin sudah kami lengkapi rencana tanggal 22 Juli 2021,” pungkasnya.

“Semua surat-surat izin yang dibutuhkan sedang kita urus dan rencana pada hari Kamis tanggal 22 Juli 2021 hotel kita buka kembali,” terang Thomas, pengusaha Mie Kocok Sedap terkenal di Sabang ini.

Sementara Pemerintah Kota (Pemko) Sabang selama ini telah membuat aturan yang jelas mengenai pendirian bangunan dan hotel-hotel, agar pengusaha mematui aturan yang berlaku saat mendirikan bangunan di kawasan Kota Sabang.

Beberapa pengusaha hotel di Kota Sabang ada yang patuh terhadap aturan Pemerintah akan tetapi ada juga yang ‘Keras Kepala’ karena menganggap dirinya seakan-akan kebal hukum dan ada orang kuat dibelakang. Nah, timbullah masalah itu kepermukaan.

Terkait permasalahan tersebut, informasi diperoleh media ini menyebutkan, penyidik sempat singgah di hotel Mata Ie Resort untuk menggali masalah perizinan yang katanya tidak dimiliki oleh pemiliknya. Tim penyidik menemukan pelanggaran secara hukum terhadap beberapa kegiatan sebelumnya, seperti mengambil air bumi tanpa izin, membuat sumur bor dan menimbun laut.

Menyangkut bagi pelaku yang dengan sengaja melakukan pelanggaran hukum terhadap penimbunan laut atau reklamasi tanpa izin bisa dijerat dengan Pasal 98, 109 Jo. Pasal 116 Huruf a Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliyar.

Kemudian bagi yang mengambil air bawah tanah tanpa izin, pemilik usaha dapat dikenakan sanksi sesuai dengan Pasal 12 Qanun Provinsi Aceh tentang Pengelolaan Air Bawah Tanah dan Air Permukaan Provinsi Aceh. Dalam Pasal 12 dinyatakan bahwa sanksi bagi yang melakukan pengambilan air bawah tanah tanpa izin dapat dikenakan sanksi penutupan sampai dengan penyegelan alat/bangunan yang dipakai untuk pengambilan air dan bahkan bisa dicabut izin usahanya.

Pun begitu, apa yang telah dilakukan pelanggaran oleh Thomas, pemilik hotel Mata Ie Resort selain harus ditindak secara hukum, dan juga Pemko Sabang juga wajib memberi sanksi berat dengan mencabut izin, bukan hanya diam atau membekingi pelakunya.

Moga-moga kasus yang dapat merugikan negara dan lingkungan itu, benar-benar diusut terlebih dahulu meskipun pengurusan surat-surat sedang berlangsung, sehingga hukum di negeri ini masih suci adanya tanpa dikotori oleh pihak yang mencari keuntungan pribadi. (Jalaluddin Zky)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here