Beranda Hukum Napi Dari Sumut Dijebloskan Ke Nusakambangan, Ada Terpidana Mati

Napi Dari Sumut Dijebloskan Ke Nusakambangan, Ada Terpidana Mati

215
0
Foto dok. Kemenkumham Sumut

Medan, Sumut

Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sumatera Utara memindahkan tiga narapidana (napi) kategori bandar narkoba dan risiko tinggi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Super Maximum Security di Nusakambangan.

Ketiganya, yakni Khalif Raja, Faizal Chandra, dan Martin Agustinus Hutagaol.

Adapun Khalif Raja merupakan terpidana 20 tahun penjara. Baru-baru ini, dia juga divonis hukuman mati karena mengendalikan 52 kilogram sabu-sabu dari lapas pada September 2021. Namun, kasus tersebut masih dalam proses pengajuan banding.

Khalif Raja dipindahkan dari Lapas Kelas I Tanjung Gusta Medan bersama dengan Martin Agustinus Hutagaol yang merupakan narapidana seumur hidup penjara.

Kemudian, Faizal Chandra narapidana delapan tahun penjara dipindahkan dari Lapas Kelas II A Pematang Siantar.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kanwil Kemenkumham Sumatera Utara, Erwedi Supriyatno mengatakan, hal tersebut dikakukan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran narkoba di lapas dan rutan di wilayah Sumatera Utara.

“Tiga narapidana yang dipindahkan ke lapas tersebut berinisial FC, KR dan MAH. Adapun narapidana FC pidana 8 tahun dari Lapas Kelas IIA Pematangsiantar, KR pidana 20 tahun dan MAH pidana seumur hidup dari Lapas Kelas I Tanjung Gusta Medan,” bebernya.

Proses pemindahan tiga narapidana tersebut, kata Erwedi dilakukan oleh Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sumatera Utara dengan protokol kesehatan dan dengan pengawalan ketat dari kepolisian dan petugas lapas.

“Ini merupakan bentuk keseriusan kami dalam memberantas peredaran narkoba di dalam lapas dan rutan, serta memberikan efek jera kepada para narapidana lainnya,” katanya.

Erwedi mengatakan, pemindahan narapidana ini dilakukan untuk mencegah dan memutus mata rantai peredaran narkoba di lapas dan rutan, serta komitmen seluruh petugas lapas dan rutan dalam memberantas narkoba.

“Apabila para narapidana masih berusaha mengendalikan narkoba dari dalam lapas dan berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di lapas, kami tidak segan untuk mengambil tindakan tegas,” ujar Erwedi.

Erwedi mengatakan, napi berinisial KR sendiri merupakan napi yang kembali diadili pada bulan September 2021 lalu, karena ketahuan mengdalikan penjualan sabu dari penjara sebayak 52 Kg.

Majelis hakim PN Medan pun telah memvonis KR dengan pidana mati.

Melalui penasihat hukumnya, KR diketahui melakukan upaya banding atas putusan tersebut. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here