Beranda Politik Nofi Candra-Yulfadri Menguasai Debat Publik, Mewujudkan Kabupaten Solok yang Berdaya Saing dan...

Nofi Candra-Yulfadri Menguasai Debat Publik, Mewujudkan Kabupaten Solok yang Berdaya Saing dan Inovatif

315
0
RSUD Tobelo

Solok, Sumbar

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Solok menggelar debat kandidat bupati dan wakil bupati, Selasa (1/12/2020) di Padang.

Empat pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Solok, semua menawarkan beragam program kepada rakyat untuk menyongsong Pilkada 9 Desember mendatang.

Sepanjang debat berlangsung, pasangan Nofi Candra-Yulfadri yang diusung partai NasDem dan PPP, bertekad untuk menyelesaikan persoalan daerah dalam bidang Sosial, pertanian dan pariwisata, termasuk kawasan tertinggal yang membutuhkan penanganan khusus.
Dari empat kandidat yang tampil menawarkan visi-misi, semuanya mengaku serius memajukan Kabupaten Solok. Terutama Paslon nomor urut 1 dengan tagline Solok Baru, Nofi Candra tampak sangat menguasai masalah Kabupaten Solok hari ini, sehingga pasangan yang berpenampilan sejuk itu, menawarkan program yang jelas dan berpihak kepada rakyat. Dari produksi dan pemasaran akan di benahi sehingga berpotensi menyediakan lapangan kerja yang unggul.

Menurut Nofi, bersama Yulfadri Nurdin, pihaknya berupaya mewujudkan Solok sebagai Kabupaten yang maju,inovatif dan unggul dalam kualitas hidup, terdepan dalam pelayanan.

Untuk mencapai itu, ulas Nofi, pihaknya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kebijakan perekonomian kerakyatan yang maju dan berdaya saing serta melakukan intervensi secara serius dari hilir ke hulu.
“Kita juga akan menyelenggarakan pemerintahan yang bersih, transparan dan modern, dengan mengedepankan potret pimpinan humanis yang mengayomi,” ungkapnya.

Dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia, dalam pemerintahan Solok Baru, Nofi-Yulfadri akan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di seluruh stakeholder dengan sistim pendidikan berkualitas dan berkeadilan.

Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan menyediakan sarana dan prasarana yang lengkap dan tenaga kesehatan berkuakitas.

“Masalah pembangunan keagamaan dan budaya, juga kita prioritaskan dengan melengkapi sarana dan prasarananya,” sebut Nofi Candra.

Terkait penanganan masalah infrastruktur, dalam debat publik yang disiarkan TVRI Sumbar itu, Paslon nomor 1 menegaskan, persoalan jalan ke daerah terisolir harus jadi perhatian. Hal itu berkaitan langsung dengan peningkatan produktivitas bidang pertanian dan perekonomian masyarakat.

Dikatakan Nofi, menyelesaikan persoalan infrastruktur di daerah tertinggal memerlukan dana besar. Diperlukan sentuhan pemerintah pusat untuk menuntaskannya. Ketika pemerintahan fokus dengan program infrastruktur, maka Kabupaten Solok harus jadi bagian dari langkah pembangunan tersebut. ” Kita juga akan menguatkan kemitraan dengan lembaga dan instansi pemerintah lainnya di provinsi, termasuk kemitraan dengan pihak swasta dan perantau agar lebih menumbuhkan rasa memiliki daerah ini,” ujar Nofi.
Sejalan dengan persoalan infastruktur, Nofi – Yulfadri juga akan fokus dengan sektor pertanian, terutama soal bagaimana meningkatkan kualitas dan kapasitas Bareh Solok agar memiliki branding yang kuat dalam tataniaga komoditi pangan.

Soal kelangkaan pupuk yang kerap menjadi kendala budidaya pertanian, Nofi Candra-Yulfadri berjanji akan mengurai persoalan pupuk dari hulu ke hilir. ” Persoalan pupuk yang menjadi masalah adalah ketidak seimbangan antara kuota dan lahan budidaya pertanian yang terus berkembang,” timpal Yulfadri.

Nofi Candra Yulfadri menambahkan, Kabupaten Solok memiliki potensi pariwisata yang belum secara maksimal dikembangkan. Jika diamanahkan menjadi pemimpin di Kabupaten Solok, NC-Yulfadri berusaha mengembangkan sektor Pariwisata agar benar-benar memberi dampak perekonomian besar kepada daerah dan masyarakat. (Am Charelen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here