Oknum Kades di Kabupaten Ende Dilaporkan ke Lembaga DPRD. Ini Sebabnya

0
186

Merasa kesal dengan kepala Desa Kotabaru, Kabupaten Ende, NTT, Yohana Conserlina Orchid pemilik Toko yang juga adalah pemilik CV. Mesa Jaya Wolowaru yang terletak di Kelurahan Bokasape, Kecamatan Wolowaru, mengadukan Kepala Desa Kotabaru, Kecamatan Kota Baru, Jefrison Dosi ke Lembaga DPRD kabupaten Ende, pada Jumat (3/11/2023) siang.

Ende, NTT || Alasan Orchid mengadu ke Lembaga DPRD Kabupaten Ende karena kades dimaksud belum melunasi hutang piutang miliknya.

Dihadapan dua anggota DPRD Kabupaten Ende yang diketahui dari Fraksi Demokrat, Orchid mengisahkan bahwa pada tahun 2019, Kades Kotabaru berkomunikasi untuk membangun kerjasama dengan pihaknya.

Dari hasil komunikasi itu akhirnya pihaknya bersepakat untuk membangun kerja sama pengadaan material non lokal dengan pemerintah Desa Kotabaru.

Menurutnya, pada tahun-tahun awal pembayarannya lancar tidak ada hambatan. Pada tahun 2020 dengan adanya wabah covid -19 mulai terjadi kemandekan.
“Ada pekerjaan bronjong setelah pencairan uangnya bayar tidak lunas tetapi beliau tetap menjanjikan berbagai proyek dan saya mengiyakan karena berpikir saya ini orang Lio sehingga termotivasi untuk membantu saudara – saudara saya,” katanya.

Kemudian di tahun yang sama, ujar Orchid, ada pengerjaan rabat. Pihaknya mendroping semen sampai pekerjaan selesai namun tidak ada pencairan.

“Karena sudah lama belum dibayar, akhirnya pada tanggal 31 Maret tahun 2021 saya ke rumahnya. Waktu itu kami didampingi oleh Babinsa Kotabaru. Dalam pertemuan itu, dia (Jefrison Dosi) membuat surat pernyataan yang bertandatangan di atas materai. Dalam surat pernyataan tersebut, dia sanggup untuk mengembalikan hutang milik CV. Mesa Jaya senilai 65 juta rupiah dan ditambah dengan bunga 10 % dikali 12 bulan sesuai besarnya nilai utang,” katanya.

Menurut Orchid dalam surat pernyataan Jefrison Dosi berjanji akan mengembalikan uang tersebut dalam kurun waktu satu bulan terhitung sejak tanggal pembuatan surat pernyataan. Namun, sambung Orchid, hingga saat ini hutang tersebut belum dilunasi.

Orchid berharap Lembaga DPRD kabupaten Ende dapat merespon persoalan tersebut. Orchid juga meminta Lembaga DPRD Ende bisa mempertemukan pihaknya bersama kades di Lembaga DPRD Ende.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Kotabaru Jefrison Dosi ketika dikonfirmasi media ini menjelaskan, pihaknya sempat ditelepon oleh salah satu anggota DPRD Ende, Yani Kota yang waktu itu menerima pengaduan dari Orchid.

“Sore Aji e…(Adik), terimakasih untuk konfirmasinya. “Saya sedikit kaget dengan pemberitaan ini. Tadi Ka’e (Kakak) Yani Kota sempat telpon saya ceritakan soal ini. Saya hanya mau klear-kan bahwa utang piutang (semen) ini murni hutang pribadi, bukan hutang desa karena pada tahun 2019 saya belum jadi kepala desa. Saya dilantik tgl 19 Des 2020, Aji (Adik),” tulisnya, seperti dilansir detik flores.com.

Kades Jefrison Dosi ketika dihubungi bhayangkarautama.com, melalui nomor telepon selulernya selalu berada diluar jangkauan. (Damianus Manans)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here