Beranda Daerah Ormas Dan Buruh Di Sabang Deklarasi Damai Tolak Omnibus Law

Ormas Dan Buruh Di Sabang Deklarasi Damai Tolak Omnibus Law

161
0
RSUD Tobelo

Sabang, Aceh

Para pemuda dan pekerja buruh di Sabang, deklarasi unjuk rasa damai tolak Omnibus Law atau Undang-Undang Cipta Kerja. Deklarasi tersebut disepakati, untuk menjaga kedamaian dalam pergelaran demonstrasi dimuka umum.

Pimpinan kesatuan kepemudaan, pengurus becak dan pengawas buruh di Sabang kepada awak media Jumat (16/10/20) mengatakan, pada prinsipnya mereka menolak Undang-Undang Cipta Kerja akan tetapi dalam penolakannya tidak harus dengan cara anarkis dan dapat dilakukan dengan damai.

Dalam penolakan Omnibus Law atau Undang-Undang Cipta Kerja, yang kini masih marak dilakukan oleh mahasiswa dan masyarakat pekerja, itu merupakan sebuah penyampaian aspirasi masyarakat yang dilakukan diseluruh Indonesia.

Pasalnya, menyampaikan aspirasi rakyat kepada pemerintah tidak dilarang asalkan, tetap diatas aturan dan perundang-undang yang berlaku serta tidak menimbulkan anarkis. Karena, setiap dilakukan unjuk rasa kerap terjadi kerusakan fasilitas umum dan fasilitas negara yang berdampak pada terganggunya stabilitas keamanan negeri ini.

“Demonstrasi itu boleh saja dilakukan oleh rakyat negeri ini, asal saja dilakukan dengan persuasif dan tidak merugikan negara, karena menyampaikan aspirasi itu merupakan hak rakyat, namun harus mengedepankan ketertiban serta kenyamanan bagi orang lain”., kata Victor, Ketua Persatuan Becak Kota Sabang.
Sedangkan Pengawas buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Kota Sabang, Amrul, berpendapat bahwa buruh yang ada di Sabang, jika melakukan gerakan kegiatan penyampaian aspirasinya selama ini digelar dengan aman dan tertib serta tidak meganggu aktifitas umum.

“Pekerja buruh di Sabang ini secara kebersamaan menolak Undang-Undang Cipta Kerja, namun begitu kami tidak bergerak turun ke jalan untuk melakukan unjuk rasa. Memang, sebelumnya kami pernah melakukan demomtrasi dalam kegiatan lain tetapi tetap berjalan aman dan tertib”, jelas Amrul.

Edi Saputra (Baciyek) mewakili teman-teman PETA 1 Komando Kota Sabang menyampaikan, organisasi masyarakat yang ada di Sabang, pastinya menolak Undang-Undang Cipta Kerja, namun penolakannya tidak beraksi di jalanan, hanya bisa berharap kepada pemerintah kiranya membatalkan UU Cipta Kerja itu.

“Para pemuda di Sabang, sama seperti kawan-kawan lainnya di seluruh Indonesia yaitu, menolak Undang-Undang Cipta Kerja. Namun, kami tidak melakukan aksi turun kejalan atau mendatangi lembaga pemerintah. Yang kami lakukan disini adalah berdoa buat teman-teman yang sedang berjuang, agar tidak melakukan aksi-aksi anarkis”, harapnya.

Hadir pada deklarasi damai tersebut antara lain Ketua Pemuda Pancasila (PP), Effendi, Pengawas Tenaga Kerja Bongkar Buat (TPBM) Pelabuhan Sabang, Amrul, Ketua Persatuan Becak Kota Sabang, Victor dan Perwakilan Pembela Tanah Air (PETA) 1 Komando Kota Sabang, Edi Sapitra. (Jalaluddin Zky)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here