Pada Jumat Curhat, Masyarakat Nyatakan Aman dan Nyaman Bersama Kapolres Sabang

0
26
Foto: Kapolres Sabang AKBP Erwan, S.H., M.H., dan perwira Polres Sabang duduk bersama masyarakat Balohan pada Jumat Curhat.

Masyarakat Sabang menyatakan bahwa sangat aman dan nyaman bersama Kapolres Sabang AKBP Erwan, S.H., M.H. Hal itu disampaikan langsung masyarakat Gampong Balohan, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, pada saat dilakukan “Jumat Curhat”, pada Jumat (22/12/2023).

Sabang, Aceh // Kapolres Sabang AKBP Erwan, S.H., M.H., didampingi Pejabat Utama Polres Sabang, bersama tokoh masyarakat Gampong Balohan, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, duduk bersama dan penuh keharmonisan serta penuh antusias di Waroeng Kupi Warkop Endatu Kupi Gampong Balohan.

Kedatangan Kapolres Sabang pada kegiatan tersebut diberi tema acara “Curhat Aman dan Nyaman bersama Bapak Kapolres Sabang”. Acara ini menjadi panggung bagi masyarakat, untuk menyampaikan permasalahan yang dihadapi di lingkungan masing-masing.

Kedatangan Kapolres Sabang AKBP Erwan, S.H., M.H., disambut aparatur Gampong Balohan, diantaranya Firdaus (Tuha Peut Gampong Balohan), dia pun mengungkapkan kecemasan masyarakat terkait kedatangan warga Rohingya.

Masyarakat menilai hadir manusia perahu yang mencoba menjadikan diri sebagai pengungsi di Sabang, pihak Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Sabang kurang perduli atas penilaian masyarakat.

“Selaku wakil rakyat, bapak-bapak yang duduk di dewan kurang optimal dalam menyelesaikan masalah Rohingya,” sebut Firdaus.

Hal lainnya juga disampaikan Darwin (Sekdes Gampong Balohan). Menurut Darwis, orang yang masuk ke Indonesia tanpa izin itu mereka sulit menyesuaikan diri dengan norma-norma masyarakat setempat.

Nasri (Ulee Jurong Gampong Balohan), dirinya menyayangkan sikap UNHCR dan IOM yang terkesan lepas tangan terhadap dinamika akibat kehadiran warga Rohingya di Aceh khususnya di Sabang.

Demikian juga disampaikan Chairul (Tokoh Masyarakat Gampong Balohan), ia menyebutkan masih ada penyakit masyarakat, namun dirinya mengapresiasi peran Polri dalam mengurangi peluang kejahatan di Sabang.

Pada kesempatan tersebut Kapolres Sabang, menanggapi, dimana Kepolisian fokus pada pengamanan, sementara UNHCR dan IOM bertanggung jawab terhadap warga Rohingya.

Perpres Nomor 125 Tahun 2016 mengatur koordinasi antara UNHCR, IOM, dan Pemerintah terkait fasilitas tempat. Kesadaran terhadap kekhawatiran masyarakat, berharap masalah warga Rohingya dapat segera tertangani dengan cepat dan tepat.

Masyarakat diminta mempercayakan penyelesaian permasalahan Rohingya kepada Pemerintah, hindari konflik yang dapat merusak persatuan bangsa.

Acara ini menjadi wadah konstruktif bagi dialog antara aparat keamanan, pemerintah, dan masyarakat dalam menanggapi tantangan sosial yang dihadapi, terutama terkait dengan kehadiran warga Rohingya. (Jalaluddin Zky)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here