Beranda Daerah Pasar Ikan Di Mbongawani Butuhkan Perhatian Pemerintah Kabupaten Ende

Pasar Ikan Di Mbongawani Butuhkan Perhatian Pemerintah Kabupaten Ende

128
0

Fenomena di salah satu Pasar lkan dikabupaten Ende yaitu Pasar Ikan Mbongawani yang terletak di Kecamatan Ende Selatan, Memang pasar tersebut setiap harinya paling banyak dikunjungi oleh pelanggannya dari berbagai wilayah khususnya masyarakat yang berada di Kabupaten Ende.

Ende, NTT | Namun satu hal yang sangat disayangkan, yaitu mengenai pengelolaan Pasar yang sangat semrawut. Sampah – sampah dibiarkan berserakan dijalanan depan pasar tersebut. Apalagi didalam pasarnya yang becek, bau busuk yang sangat menyengat akibat air ikan yang dibuang sembarangan.

Benar – benar Pasar lkan Mbongawani Ende ini sangat mengkhawatirkan timbulnya berbagai penyakit, Salah satunya penyakit yang paling rentan ditimbulkan oleh kotoran/sampah lingkungan bisa dapat menimbulkan penyakit Demam Berdarah (DBD).  Padahal saat ini pemerintah sedang gencar – gencarnya mengantisipasi Penyakit DBD.

Namun alangkah terkejutnya pada saat sekarang masih ada beberapa pasar diwilayah kabupaten Ende yang benar – benar sangat kumuh dan mengkhawatirkan apalagi dimusim hujan seperti saat ini.

Kalau hal semacam ini dibiarkan, bagaimana kedepan Ende yang punya julukan ” Kota Pancasila ” yang identik dengan  “Berseri”, bersih, sehat, rapi, indah dan nyaman, kini kata – kata slogan seperti kata Berseri itu hanya Kata semacam hiasan kata saja.

Kenyamanan dan ketertiban sudah dirampas oleh para pedagang kaki lima yang berjualan di Pasar lkan Mbongawani dan sekitarnya.

Sumyati, Salah Satu Pengunjung Pasar Mbongawani, Kabupaten Ende. (Damianus Manans, 03/01/2020)

Hal ini diutarakan salah sorang Pengunjung ibu Sumyati, dilokasi pasar tersebut kepada media ini, pagi tadi sekitar pukul 07.30 wita ketika dirinya berbelanja barang – barang untuk kebutuhan rumah tangga, Jum’at (03/01/2019).

Dikatakannya, Salah satu contoh disekitar pasar tersebut, jalan tengah dalam pasar hampir 90 % dipakai jualan oleh para pedagang kaki lima, secara tidak langsung sama saja merampas hak orang banyak.

Karena sudah jelas jalan tengah didalam pasar digunakan bagi pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Tidak diperbolehkan untuk mengganggu pejalan kaki dan pengguna kendaraan roda dua, sehingga pedagang kaki lima, pejalan kaki dan pengguna kendaraan roda dua merasa nyaman dan tidak terganggu.

Untuk itu dirinya berharap, “Pemerintah Kabupaten Ende harus benar – benar tegas untuk menertibkan para pedagang kaki lima yang berada dikabupaten Ende umumnya, khususnya para pedagang kaki lima yang berjualan disekitar Pasar lkan Mbongawani tersebut, dan memperhatikan kebersihan dan kenyamanan bagi semua pihak baik pedagang atau penjual maupun pembeli,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here