Beranda Daerah Pasca Adendum Kontrak, Kegiatan Pembangunan Untuk Porprov Riau Masih Belum Selesai 100...

Pasca Adendum Kontrak, Kegiatan Pembangunan Untuk Porprov Riau Masih Belum Selesai 100 Persen

27
0

Kuansing, Riau

Sejumlah kegiatan yang dilaksanakan untuk persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Riau Tahun 2022 di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) masih banyak yang belum final.

Hal itu diakui oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kuansing, Hadiman, SH., MH., melalui Kasi Datun, Billie Christopher Sitompul, SH., MH., saat dikonfirmasi awak media di Teluk Kuantan, Kamis (24/2/2022) kemarin.

“Sejauh ini baru kegiatan di Danau Kebun Nopi yang sudah selesai 100 persen, pasca Adendum kontrak kegiatan selama 50 hari kalender pengerjaan, namun masih ada yang belum selesai,” kata Billie Christopher Sitompul.

Dimana kata Billie, hal ini sesuai laporan akhir dari OPD yang membidangi dan selaku pelaksana kegiatan tersebut, per Jumat (18/2/2022) atau pekan yang lalu.
Sementara itu, sambung Billie, untuk pengerjaan kegiatan di GOR A sudah 78 persen, GOR B sudah 89 persen, untuk lapangan Tenis sudah 92 persen, dan Stadion Sport Center sudah mencapai 85 persen.

“Stadion Sport Center sudah 85 persen pengerjaannya, dimana hal itu dikarenakan menunggu hasil uji laboratorium untuk rumput yang digunakan, karena ini harus diuji terlebih dahulu di laboratorium, apakah sudah sesuai atau belum hasil itulah yang akan menentukan nantinya,” jelas Billie.

Namun beda halnya untuk pengerjaan kegiatan di Lapangan Limuno, yakni lapangan basket yang memang ditinggalkan pelaksana kegiatan dengan dalih menuntut hak yang di luar SOP.

“Sebenarnya saat ini kegiatan di Lapangan Limuno ini sudah 90 persen, namun disaat masa kontraknya habis pada 31 Desember 2021 yang lalu, pengerjaannya baru 78 persen. Akan tetapi kontraktor pelaksana kegiatan tidak mau melakukan penandatanganan Adendum kontrak, dengan alasan tidak mau membayar denda sesuai ketentuan perjanjian kontrak kerjasama,” beber Billlie.
Oleh karena itu, kelebihan pengerjaan kegiatan dari yang sudah dibayarkan Pemerintah kepada pihak kontraktor tidak dapat dibayarkan. “Karena kontraktor pelaksana kegiatan tidak melakukan penandatanganan Adendum kontrak untuk perpanjangan masa kerja sesuai aturan yang diberikan selama 50 hari kerja, dengan sanksi denda 1 per 1.000 nilai kontrak kegiatan tersebut, otomatis kelebihan pengerjaan tanpa Adendum kontrak itu tidak bisa dibayarkan alias hangus,” tegas Billie.

Menurut Billie, pengerjaan kegiatan Lapangan Basket di Lapangan Limuno Teluk Kuantan seharusnya sudah selesai dengan tambahan waktu yang diberikan Pemerintah kepada pihak kontraktor pelaksana tersebut.

“Kelebihan pengerjaan sebanyak 12 persen, itu tidak bisa dibayarkan. Tapi hal itu tidak masalah, karena otomatis harus dilakukan pemutusan kontrak kerja oleh pemerintah, karena tidak bersedia menandatangani Adendum kontrak kerjanya. Nah, sekarang tinggal lagi kepada pihak pemerintah apakah ini akan dilelang kembali atau bagaimana nantinya, ini akan dirapatkan terlebih dahulu nantinya,” jelas Billie.

Karena pada dasarnya, kata Billie, pihaknya di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuansing selaku tim pengawasan pelaksanaan kegiatan ini tentu tetap lebih mengutamakan tepat mutu, tepat manfaat agar kegiatan ini bisa bermanfaat dan sesuai pemanfaatannya.

“Dalam kegiatan yang tersisa atau belum selesai ini, masih bisa diberikan Adendum kontrak yang kedua, dimana akan dihitung dendanya sesuai hari yang terpakai dengan nilai denda sama dengan Adendum kontrak pertama yang dilakukan sebelumnya, kami yakin hal ini bisa diselesaikan dalam waktu tidak lama, karena rata-rata sudah hampir final atau diatas 50 persen pengerjaannya,” tandas Kasi Datun Kejari Kuansing, Billie Christopher Sitompul. (Wawan Syahputra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here