Beranda Seputar Sumbar PBM Dipindahkan Ke Masjid, 125 Ribu Pelajar Di Padang Ikuti Pesantren Ramadhan

PBM Dipindahkan Ke Masjid, 125 Ribu Pelajar Di Padang Ikuti Pesantren Ramadhan

31
0

Padang, Sumbar

Sebanyak 125 ribu pelajar SD dan SMP di Padang akan mengikuti Pesantren Ramadhan yang digelar Pemerintah Kota (Pemko) setempat pada 9-28 April 2022 yang dipusatkan di 1.270 masjid dan mushala.

“Kegiatan pesantren Ramadhan ini adalah memindahkan proses belajar mengajar (PBM) yang selama ini di sekolah ke masjid dan lebih fokus pada pelajaran agama,” ucap Wali Kota Padang, Hendri Septa di Padang, Senin (28/3/2022), usai pencanangan pelaksanaan Pesantren Ramadhan 1443 Hijriah.

Menurutnya, karena saat ini masih dalam pandemi untuk pengawasan protokol kesehatan akan diawasi oleh guru masing-masing.

Materi pesantren Ramadhan mulai dari menghafal Al Quran, zikir, kisah nabi dan sahabat dengan tema mewujudkan generasi yang tangguh berbudaya yang mencintai masjid.

Pesantren Ramadhan diikuti pelajar mulai dari kelas 4 sampai 6 SD dan kelas pelajar SMP kelas 7 hingga 9 dimulai selepas subuh hingga selepas zuhur.

Sementara bagi pelajar nonmuslim selama Ramadhan kegiatan belajar dialihkan ke tempat ibadah masing-masing.
Hendri Septa mengatakan, pesantren Ramadhan merupakan komitmen Pemkot Padang agar para pelajar senantiasa bisa mengamalkan ajaran agamanya. “Ini adalah pelaksanaan ke 18 dan baru sekali tidak dilaksanakan pada 2020 karena ada pandemi Covid-19,” imbuhnya.

Dalam pelaksanaan Pemkot Padang bekerja sama dengan Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.

Disamping itu, Ustaz Abdul Somad (UAS) mengatakan program Pesantren Ramadhan yang digelar Pemerintah Kota (Pemko) Padang dapat melahirkan generasi muda yang meneladani sifat-sifat Nabi Muhammad SAW yakni sidiq, amanah, fathanah, dan tabligh.

Hal itu disampaikannya UAS saat acara Tabligh Akbar pembukaan Pesantren Ramadhan Kota Padang di Masjid Nurul Iman,Senin (28/3/2022).

UAS juga menyoroti, gemarnya orang yang saat ini berbuat bohong dengan pamer harta kekayaan, hanya demi kepentingan konten di media sosial. Seperti kasus afiliator binomo yang menyeret Youtuber Indra Kesuma atau Indra Kenz dan Doni Salmanan. Menurut UAS, hal itu tak pantas ditiru, karena hanya akan menimbulkan dosa.

“Ada anak-anak muda yang kini suka pamer kekayaan. Foto di rumah yang megah, eh ternyata rumah orang. Foto di mobil harga Rp15 M, ternyata mobil punya showroom. Demi konten, penipu semuanya. Pembohong, demi untuk menipu masyarakat. Afiliator,” tandas UAS mencontohkan.

Kemudian UAS juga menyoroti persoalan akidah generasi muda yang tergerus karena games online, pornografi, dan judi online. “Ada bapak-bapak sedih dirinya ditagih karena anaknya makai rekeningnya untuk judi online. Luar biasa. Begitu juga dengan pornografi,” tegasnya.

Dari sekian banyak permasalahan anak-anak tersebut, kata UAS tidak bisa hanya bisa diselesaikan dengan ceramah saja. “Lalu kemana ini kita adukan. Akidah anak-anak kita sudah rusak, keyakinannya sudah hilang,” tanya UAS.

Pesantren Ramadhan menurut UAS, dapat menjadi solusi untuk menjawab persoalan tersebut. Melalui Pesantren Ramadhan ini, akhlak anak-anak kita dapat terjaga. “Doa anak yang saleh itu nanti akan menyelamatkan kita di akhirat kelak,” ujarnya.

Melalui Pesantren Ramadhan ini lahirlah generasi muda yang mewarisi sifat-sifat Nabi Muhamamad SAW. “Anak-anak kita di sini insya Allah, jujur, amanah, tabliq, dan fatanah sebagaimana Nabi Muhammad SAW,” jelasnya. (AAP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here