Beranda Pemerintahan Pelantikan Pejabat Fungsional di Masa Pandemi Covid-19 Berbeda

Pelantikan Pejabat Fungsional di Masa Pandemi Covid-19 Berbeda

25
0

Pelantikan pejabat fungsional di tengah pandemi covid 19 yang dilakukan Pemkab Sidoarjo sedikit berbeda dari  pelantikan pejabat seperti biasanya.

“Pejabat fungsional juga dituntut untuk menjalankan tugasnya secara mandiri, dan terukur, dengan rutin melakukan penghitungan rutin dan pengakumulasi setiap butir – butir kegiatan dalam bentuk angka kredit,” – Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin –

Sidoarjo, Jatim |BU| Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat fungsional di Pendopo Delta Wibawa, tetap memperhatikan physical dan social distancing, tanpa adanya meja kursi VIP maupun kursi peserta yang akan dilantik seperti  tatanan pelantikan pada umumnya, jadi berbaris dengan menjaga jarak, Kamis (30/07/2020)

Sekitar 205 Pejabat fungsional  Pemkab Sidoarjo yang dilantik pada hari ini oleh Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin. Pelantikan dan pengambilan sumpahnya tidak dilaksanakan di satu tempat saja, seperti tahun sebelumnya.

Pejabat fungsional  yang dilantik hari ini, dilantik di 4 lokasi  yakni di Dinas Kesehatan, RSUD Sidoarjo, SMPN 4 Sidoarjo dan Pendopo Delta Wibawa. Prosesi pelantikannya terpusat di Pendopo Delta Wibawa.

Para pejabat fungsional yang dilantik dari unsur tenaga guru sebanyak 163 orang, tenaga kesehatan  dari Dinas Kesehatan 23 orang dan RSUD 14 orang, Tenaga teknis dari Dinas Pangan dan Pertanian 3 orang, dari Dinas Perumahan, Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang  Kabupaten Sidoarjo 1 orang.

“Dengan sumpah janji yang baru saja diucapkan berarti saudara sudah terikat janji kontrak sosial baik itu sebagai abdi negara maupun sebagai abdi masyarakat,” jelas Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifudin.

Masih menurut Wakil Bupati Sidoarjo, pejabat fungsional bertanggung jawab langsung  kepada Pejabat Tinggi Pratama

“Pejabat fungsional juga dituntut untuk menjalankan tugasnya secara mandiri, dan terukur, dengan rutin melakukan  penghitungan rutin dan pengakumulasi setiap butir – butir kegiatan dalam bentuk angka kredit,” jelasnya. (Zanuar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here