Pembelian Tujuh Ekor Kerbau Dari Hasil Alih Alokasi DD Diduga Fiktif

0
138

Diduga Dana Desa (DD) Tahun 2022 Desa Subayang Jaya, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau lebih kurang Rp.200.000.000,00,- tidak jelas keinginan, dan tidak sesuai dengan rencana penggunaan anggaran Danalokasi Desa (DD) / Alokasi Dana Desa (TAMBAH). Alih alokasi DD yang tertera pembelian mesin penggilin, dialihkan pembelian 7 9tujuh) ekor kerbau diduga fiktif.

Kampar, Riau // Peruntukan yang di alokasikan pembelian mesin gilingan padi / jagung sesuai dengan yang tertera direkap anggaran dan di alokasikan ke pos lain dengan pembeli kerbau sebanyak 7 (tujuh) ekor, sampai saat ini menurut keterangan masyarakat setempat, kerbau yang tujuh ekor tidak ada di Desa Subayang Jaya.

Pengalihan alokasi dari pembelian mesin giling padi disebabkan tidak adanya warga masyarakat yang cocok menanam padi, maka Kepala Desa (Kades) Subayang Jaya mengalihkannya ke pos lain, dan dialokasikan untuk pembelian tujuh ekor kerbau.

Diketahui dari pos alokasi peruntukan dan anggaran dana yang diduga fiktif Pemberdayaan Masyarakat Desa khususnya Desa Subayang Jaya, Peningkatan Produksi Tanaman Pangan (Alat Produksi dan Pengolahan, Pertanian, Penggilingan Padi/Jagung, dan lainnya) dan Jumlah alat produksi dan pengolahan pertanian yang diserahkan Rp113. 250.000.00,-. Peningkatan Produksi Peternakan (Alat Produksi dan Pengolahan Peternakan, Kandang, dan lainnya). Jumlah alat produksi dan pengolahan peternakan yang diserahkan Rp103.719.116.00,-.

Seperti di akui Kepala Desa Subayang Jaya saat dikonfirmasikan awak media online pada Kamis 21-12-2023 melalui telpon WhatsApp, Abenri membantah bahwa dirinya tidak jadi beli mesin gilingan tersebut, tetapi Dana Desa tersebut dialihkan untuk membeli tujuh ekor kerbau.

Namun saat ditanyai teknis dan mekanisme pembelian tujuh ekor kerbau, berapa harga dan bukti pembeliannya per ekor kerbau yang diakuinya, namun tidak bisa menyebutkan berapa harganya dan tidak dapat menunjukkan bukti telah membeli tujuh ekor kerbau dari hasil perubahan alokasi pos DD yang presisi.

Dan di mana tujuh ekor kerbau yang di akui Kades Sibayang Jaya sudah beli, dan saat ditanyai awak media untuk pertunjukan dimana di gembala atau dipelihara warganya, juga tidak bisa menjawabnya.

Untuk memastikannya kembali, awak media ini mengkonfirmasikan kepada warga masyarakat Desa Subayang Jaya, dan beberapa warga masyarakat mengatakan, tidak perna tau dan melihat tujuh ekor kerbau yang di akui Kades.

Diduga Kades Sibayang Jaya bukan sekedar satu pos anggaran saja yang dimaikan untuk kepentingan peribadi, bisa lebih dari pada satu pos kegiatan yang menggunakan Dana Desa, karena peluang kekuasaannya yang luas,” terang narasumber kepada awak media , Kamis (28/12/2023).

Untuk itu awak media menghubungi Kepala Desa Sibayang Jaya Abenri melalui pesan singkat WhatsApp (WA) sebagai bentuk pemberitaan yang berimbang, awak media mengkonfirmasikan dan mengklarifikasi dugaan terkait pengalihan alokasi pembelian tujuh ekor kerbau dengan DD Subayang Jaya Tahun 2022 fiktif.

Sampai saat berita ini dimuat, Kapala Desa Subayang Jaya Abenri tidak memberikan jawaban konfirmasi dan klarifikasi awak media.

Saat di konfirmasikan kepada Camat Kampar Kiri Hulu, Gustar pada Kamis 3 Januari 2024 melalui pesan singkat WhatsApp (WA) menjawab, mohon maaf berhubung karena saya masih baru, jadi belum terpantau lagi pak, terima kasih info nya.

Dan saat meminta tanggapannya sedikit untuk mengatasi permasalahan di Desa Subayang Jaya yang notabene nya dibawah naungan Camat Kampar Kiri Hulu, Camat tidak memberikan komentar (diam). (Hend)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here