Beranda Daerah Pemeriksaan Saksi Unjuk Rasa Damai Wartawan Yang Berakhir Dengan Pengeroyokan

Pemeriksaan Saksi Unjuk Rasa Damai Wartawan Yang Berakhir Dengan Pengeroyokan

26
0
Selamat Hari Jadi Kabupaten Sukabumi Yang Ke -151

Bogor, Jabar

Jadwal Pemanggilan para saksi korban pengeroyokan terhadap Sabar Aman Marpaung akhirnya jadi diperiksa, Senin (6/9/ 2021). Pasalnya, sudah sekian bulan hal ini tertunda dikarenakan faktor pandemi, yang mana pelapor dan penyidik sama-sama mengalami gangguan kesehatan dan harus menjalani isoman akibat terpapar Covid-19.

Saat hendak meninggalkan ruangan penyidik, Kuasa Hukum AIPBR sekaligus Pengacara korban dan saksi, Julianta Sembiring, SH., SE., mengatakan, bahwa diakhir keterangan saksi tadi, kami menyampaikan begini kepada penyidik, akibat dari ucapan (statement) Bupati Bogor Ade Yasin, yang mengatakan ada Wartawan Bodrex dan Wartawan Asli. Oleh sebab itu kehadiran dari saudara pelaku di lokasi yang kita laporkan ada dugaan penting, apakah mereka itu sebagai suruhan dari Bupati atau memang ada perintah dari orang-orangnya Bupati. “Oeh karena itu kami berharap agar kiranya Bupati Ade Yasin untuk bisa dihadirkan diruang penyidik guna klarifikasi persoalan ini,” tegasnya.

Di lokasi, Baron Alvonso selaku OKK FPII Korwil kabupaten Bogor sekaligus Wakil Ketua AIPBR, meminta kepada penyidik yang menangani pemukulan terhadap Sabar Aman Marpaung saat orasi damai di pintu gerbang DPRD Kab. Bogor, terkait statemen Bupati Ade Yasin, pada tanggal 21 Juni 2021 di Kecamatan Klapanunggal.
Baron berharap, proses hukumnya segera dilanjutkan oleh pihak kepolisian secara profesional, untuk penyidikan dan penyelidikan supaya pelaku yang menganiaya korban segera ditangkap dan diadili secepatnya. “Agar ada efek jera dan tidak berbuat seenaknya saja menghakimi wartawan di depan umum,” imbuhnya.

Selain itu Baron menyayangkan penganiayaan yang terjadi di halaman kantor bupati itu, terkesan ada pembiaran dan kurangnya pengamanan yang dilakukan. Baron meminta agar pihak Polres Kab. Bogor bertindak cepat dan tidak mengulur-ulur waktu agar semuanya bisa terbuka secara terang benderang, sesuai amanat UU No.14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Dia meminta kepada Polres Kab. Bogor, agar polisi tidak pandang bulu untuk menegakkan hukum di bumi tegar beriman ini, supaya hukum dijadikan panglima dalam pelaksanaannya.

“Yang kita pastikan bersama adalah, hukum itu harus tajam kebawah dan hukum bisa tajam keatas agar terciptanya sebuah keadilan dimasyarakat secara menyeluruh, apakah dia orang kecil atau orang besar kami nggak peduli sekalipun besok langit akan runtuh hukum tetap harus ditegakkan,” pungkasnya. (Richard MPL Tobing)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here