Beranda Sorot Pemerintah Kabupaten Ende Diminta Segera Normalisasi Daerah Aliran Sungai

Pemerintah Kabupaten Ende Diminta Segera Normalisasi Daerah Aliran Sungai

135
0

Ende, NTT

Daerah pesisir Kali Wolowona merupakan Daerah Aliran Sungai ( DAS ). Oleh karena itu, diperlukan perhatian serius pemerintah terutama Pemerintah Desa Nanganesa Kecamatan Ndona, agar melarang warga mengambil batu dan pasir di DAS tersebut. Hal ini demi mengantisipasi terjadinya pengikisan tanah (lahan) milik warga ketika terjadi banjir, karena DAS tersebut tidak ada pengaman kali atau Bronjong. Jadi, setiap musim hujan tiba selalu terjadi banjir yang dapat mengancam keselamatan warga.

Warga Desa Nanganesa khususnya RT 004/ RW 002 yang bermukim di sekita tepi Kali Wolowona merasa sangat kwatir dan takut apabila terjadi banjir besar. Upaya yang dilakukan warga saat ini adalah memasang tanda larang yang bertuliskan ” Dilarang Mengambil Batu dan Pasir Di sekitar Tempat ini”.  Papan yang bertuliskan larangan itu dipasang di tepi kali dan dipaku di pohon kelapa. Selain itu, juga ditulis di batu besar persisnya di tengah Kali Nanganesa Wolowona.

Warga meminta perhatian pemerintah untuk mengambil tindakan tegas dengan melarang warga untuk tidak lagi mengambil material batu dan pasir di sekitar lokasi tersebut dan segera memasang bronjong.

“Kami minta pemerintah dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Ende, segera mengambil langkah tegas dengan memerintahkan Pemerintah Desa Nanganesa agar dibuatkan Peraturan Desa (Perdes) yang melarang siapapun mengambil batu dan pasir di sekitar DAS, karena ini adalah merupakan tambang rakyat atau tambang liar yang tidak mempunyai izin.
Mereka mengeruk Kali Nanganesa Wolowona dengan sesuka hati, tanpa memperhatikan kondisi kali dengan tebing yang semakin tinggi dan terus menerus terkikis air sehingga rawan longsor, dan membahayakan rumah dan nyawa kami”, tegas Karel Sarawi kepada BU, Sabtu, (10/10/2020) di lokasi DAS tersebut.

Selain itu, ia juga meminta agar Bupati Ende, segera memperhatikan hal ini dengan segera memasang Bronjong dan melakukan Normalidasi kali, agar warga yang bermukim di sekitar DAS merasa tenang dan nyaman.

Hal senada juga disampaikan Margareta Elvilenta, salah seorang ibu rumah tangga yang memiliki tanah persis di tepi Kali Wolowona yang saat ini sedang mendirikan rumahnya. Dia mengaku bahwa warga Desa Nanganesa RT 00 04/ RW 002 pernah mengusulkan kepada Anggota DPRD Kabupaten Ende dari Dapil IV, Maximus Deki dan Martinus Tata yang juga adalah mantan Kepala Desa Nanganesa pada saat melakuan reses di Desa Nanganesa, awal tahun 2020 yang lalu.

Saat itu, kata Margereta, warga mengusulkan agar Kali Nanganesa Wolowona segera dinormalisasi dengan memasang Bronjong. Namun, Martinus Tata menjawab, warga desa harus menyampaikan usulan tersebut ke pemerintah desa juga pada saat Musrenbangdes dan mengajukan ke Musrenbangcam dan Musrenbangkab.
“Kami di DPRD dapat menyetujuinya dan mengalokasikan anggarannya”, ungkap Margereta menirukan jawaban Martinus Tata saat berdialog dengan warga desa dalam kunjungan kegiatan reses beberapa waktu lalu.
Sementara itu, warga Nanganesa RT 004/ RW 002 lainnya, Dionisius Agung, saat berbincang – bincang dengan media ini mengharapkan agar pemerintah segera memperhatikan keluhan warga. Dia mengatakan, warga desa saat ini sedang merencanakan untuk membangun rumah, dan bahkan sudah ada yang membangun rumah dekat pinggir kali. Namun, mereka khawatir apabila tidak dipasang bronjong di DAS dan tepi Kali Nanganesa Wolowona tersebut, apabila terjadi banjir besar, tentu sangat mengancam keselamat warga. Jika banjir itu menerjang, maka tanah-tanah akan terkikis dan bahkan rumah mereka bisa hanyut terbawa banjir.

Pantauan media ini di lapangan, kondisi Kali Nanganesa Wolowona saat ini ketika usai banjir sangat mengkhawatirkan Salah satunya, kondisi Bronjong – Bronjong yang terpasang tepatnya di belakang Stadion Marilonga Wolowona, saat ini telah rubuh dan gantung dari permukaan tepi kali, apabila tidak segera diatasi dapat berakibat fatal bagi warga sekitar (Dami Manans)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here