Beranda Daerah Pemilik Pertambangan Emas Tanpa Izin : “Kami Terpaksa Melakukan Ini Untuk Menafkahi...

Pemilik Pertambangan Emas Tanpa Izin : “Kami Terpaksa Melakukan Ini Untuk Menafkahi Keluarga”

1209
0

Di tengah Pandemi wabah Virus Corona, semua aktifitas di batasi, harga karet anjlok di desa yang hanya berkisar sekitar Rp.4000 s/d Rp. 5000 /kg, sawit murah membuat masyarakat harus banting setir dan menjadikan Aktifitas Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) menjadi pilihan di sejumlah lokasi di Kabupaten Melawi, dikarenakan yang lebih menjamin dan lebih tinggi harganya dibandingkan harga karet (getah kulat) di pasaran. 

Melawi, Kalbar | Hasil pantauan Wartawan di lokasi PETI, tepatnya di Desa Sungai Pinang Nanga Pinoh Kabupaten Melawi terlihat ratusan set mesin tampak sedang beroperasi, Jumat (09/05/2020).

Tambang Peti ini berada di jalur umum sungai Melawi sehingga untuk informasinya gampang sekali untuk diketahui masyarakat luas yang mana jalur ini adalah jalur umum yang di lewati masyarakat yang menggunakan speedboat tujuan Kecamatan Ella Hilir, Kecamatan Menukung, dan Kecamatan Serawai Ambalau (Wilayah Kabupaten Sintang).

Di lokasi tambang emas tanpa izin tersebut, aktifitas penambang terlihat berlangsung dimana jalur ini juga jalur arus sungai Melawi yang di akses masyarakat umum.

Saat ditanyakan langsung oleh awak Media BU kepada pemilik PETI (yang namanya tidak mau disebutkan) memberikan keterangan bahwa, “kami tidak punya pilihan selain ini pekerjaan kami yaitu peti ini yang menjanjikan untuk kami memberikan nafkah untuk makan keluarga kami dalam situasi sulit begini kami harus ambil resiko seakan melawan Hukum yang berlaku,” ulasnya.

Hingga berita ini dinaikkan belum diketahui siapa yang mengakomodir kegiatan Peti tersebut. Pihak penambang juga mengatakan untuk keamanan kami memang ada kontribusi kami kepada pihak-pihak tertentu.

Dengan maraknya aktivitas PETI ini di sungai Melawi selain Desa Sungai Pinang, sejumlah warga yang namanya enggan di sebut namanya menyampaikan bahwa “tambang emas tanpa izin ini berada dimulai dari Desa Sungai Pinang, Desa Nuak sampai Kecamatan Menukong mencapai ratusan Set,” ungkapnya.

“Kalau tidak ada koordinasi mana bisa mereka kerja, otomatis mana berani mereka kerja tambang emas yang diduga tanpa izin mereka kerja, hal ini sudah sangat jelas kenapa yang ilegal bisa di kondisi kan, aparat penegak hukum seolah tutup mata terhadap kerja peti di sungai Melawi,” pungkasnya.

Reporter : Riky

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here