Beranda Daerah Pemkab Ende Diminta Segera Bangun Jembatan Penghubung Nanganesa Dan Mautapaga

Pemkab Ende Diminta Segera Bangun Jembatan Penghubung Nanganesa Dan Mautapaga

207
0

Warga masyarakat Desa Nanganesa meminta pemerintah Kabupaten Ende untuk segera membangun jembatan gantung yang menghubungkan Desa Nanganesa dan Kelurahan Mautapaga. Permintaan tersebut disampaikan sejumlah warga masyarakat melalui Anggota DPRD Kabupaten Ende yang melakukan reses guna menjaring aspirasi masyarakat khususnya di Desa Nanganesa Kecamatan Ndona Kabupaten Ende.

Ende, NTT | Warga Desa Nanganesa, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende meminta Pemerintah Kabupaten Ende untuk  membangun satu unit jembatan gantung yang menghubungkan Desa Nanganesa dengan Kelurahan Mautapaga.

Aksesnya adalah, Di Kali Wolowona Nanganesa depan Perusahaan Air Kemasan Kelimutu Nanganesa menuju Lorong Depan Barata Km 4,  Kelurahan Mautapaga Kecamatan Ende Timur Kabupaten Ende.

Permintaan tersebut diusulkan oleh sejumlah warga yang hadir dalam kegiatan Reses tersebut, yang diwakilkan oleh Dus Rangga Kepada anggota DPRD Ende Fraksi Golkar Martinus Tata saat melakukan kegiatan jaring aspirasi (Reses) di Desa Nanganesa, Rabu, (29/01/2020).

Menurut Dus Rangga, Jembatan Gantung tersebut memudahkan mobilitas warga Nanganesa menuju Kota Ende. Penyeberangan ke Mautapaga hanya butuh waktu 5 menit. Namun selama ini harus putar sampai Wolowona. “Anak sekolah juga sangat kesulitan. Untuk itu melalui Bapak Dewan kami minta,  Untuk perjuangkan akses Jembatan tersebut,” ujar Dus Rangga.

Selain itu ungkap, Dus Rangga, “Anak – Anak Didik khususnya SMAN St. Thomas Morus Ende setiap harinya mereka harus menyeberang Kali Wolowona Nanganesa ketika pergi dan pulang sekolah. Karena banyak Siswa/Siswi SMAN St. Thomas Morus tersebut yang tinggal di Kelurahan Mautapaga, dan ketika Kali Wolowona Nanganesa ini banjir,  mereka harus berjalan kaki jauh lewat Wolowona yang jarak tempuhnya mencapai 2,5 Km,” ungkap Dus Rangga.

Selain itu, warga Nanganesa juga meminta Pemkab Ende untuk mendukung pengembangan wisata kawasan Pantai Mbu’u. Hal ini disampaikan Raymundus Ralo.

Menurutnya, “selama ini Pantai Mbu’u belum dikelola  secara baik. Jika dikembangkan secara profesional maka masyarakat sekitar akan mendapatkan keuntungan. Kita minta supaya Dinas Pariwisata bangun lopo-lopo dan area lesehan agar dapat dimanfaatkan warga untuk peningkatan ekonomi,” tandas Ralo.

Menanggapi permintaan masyarakat, Anggota DPRD Ende, Martinus Tata mengatakan, masa Reses adalah proses menjaring aspirasi dan dirinya akan berjuang menyampaian setiap aspirasi yang ada.

“Semua yang bapak dan ibu sampaikan akan saya catat untuk menjadi catatan dan rekomendasi Reses di Komisi I dan juga mitra komisi yang lain,” janji Martinus Tata yang akrab disapa Marten ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here