Beranda Daerah Pemkab Sidoarjo Harus Tertibkan Pedagang Kaki Lima Di Jl. Ponti Magersari Yang...

Pemkab Sidoarjo Harus Tertibkan Pedagang Kaki Lima Di Jl. Ponti Magersari Yang Selalu Menutup Jalan

99
0

Sidoarjo, Jatim

Paguyuban Pedagang kaki Lima (Pedalindo) Sidoarjo, yang telah berjalan sudah bertahun-tahun, yang dulunya telah beraktifitas dan berjualan di Jl. Taman Pinang, karena ada persoalan warga sekitar tidak setuju, maka pedagang kaki lima tersebut mengadu pada Bupati di era Bapak Syaifulillah.

Ketidak setujuan dari warga sekitar Taman Pinang tersebut semata mata karena lokasi tersebut adalah pintu keluar masuk utama perumahan, terkesan aktivitas tesebut mengganggu aktivitas warga, yang harus menunggu pedagang tersebut selesai berjualan.

Syaifulillah mantan Bupati Sidoarjo pada waktu itu, untuk memberikan solusi tempat untuk berdagang kaki lima tersebut diarahkan geser ke Jl. Ponti, namun yang jadi pertanyaan sekarang ini apakah kebijakan mantan Bupati tersebut berlaku sampai hari ini.

Dalam keluhan warga perumahan Jatisari Kelurahan Magersari Sidoarjo yang kini juga merasa dirugikan waktu aktifitasnya pada hari Minggu, informasi dari warga setempat bahwa pedagang berjualan mulai jam 06.00 Wib sampai jam 11.30 Wib, sudah berjalan 7 Tahun berjualan di Jalan Ponti tersebut.

Untuk itu dalam pemerintahan Bupati Gus Mudhlor sekarang ini harusnya ada penataan ulang, setelah ada keluh kesah dari warga sekitar yang sudah merasa geram, apakah ijin untuk beroperasi pedagang kaki lima tersebut memang ada dan tertulis, kalaupun memang ada dan masih berlaku seyogyanya perlu dikaji ulang.
Warga Perum Jatisari Indah telah mengirim surat pada Bupati, Kecamatan, DPRD, Satol PP juga Kelurahan,
mengetahui RT.044, RW.006 Magersari pada 16 April 2021, namun sampai pada hari ini, dari pemerintah belum ada jawaban atau indikasi tidak ada itikad baik dalam menanggapi keluhan warga Sidoarjo.

Menurut keterangan dari warga Jatisari bahwa paguyuban pedagang kaki lima tersebut tidak pernah ada tembusan ijin kepada RT/ RW juga kelurahan setempat untuk berjualan di jalan Ponti tersebut, apalagi jalan itu adalah jalan utama yang sangat mengganggu pengguna jalan atau kendaraan dari arah Surabaya ke Sidoarjo atau sebaliknya dari Sidoarjo ke Surabaya.

Ditambahkan keterangan dari warga, bahwa pedagang-pedagang tersebut tidak ada kontribusinya sama sekali kepada kampung tersebut, yang merasa terganggu dalam aktivitasnya setiap hari Minggu merasa jalan selalu ditutup karena pedagang yang sibuk berjualan disitu.

“Konon kabarnya setiap pedagang ditarik kontribusi oleh paguyuban, per kepala dikenakan dua puluh ribu rupiah, lalu dana tersebut masuk kemana dan dikelola untuk apa,” terangnya.

Dengan pemerintahan Gus Mudhlor hari ini perlu sekali revisi bila ada perbup yang dibuat oleh mantan Bupati Syaifulillah untuk pembenahan, supaya tidak ada warga yang merasa dirugikan, dan tetap semua bisa bersinergi, gotong-royong dan kerjasama yang baik bersama Pemkab Sidoarjo.

Harapannya warga sekitar Jl. Ponti supaya permasalahan ini ada solusi yang terbaik, semua itu adalah kebijakan dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. (Sun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here