Beranda Daerah Pemkab Solok Sebaiknya Aktifkan Kembali Pelajaran Bacaan Arab Melayu

Pemkab Solok Sebaiknya Aktifkan Kembali Pelajaran Bacaan Arab Melayu

157
0

Pemerintah Kabupaten Solok disarankan untuk kembali menghidupkan mata pelajaran Baca Tulis Arab Melayu karena dinilai sangat berguna dan bermanfaat bagi masyarakat. Terutama masyarakat adat yang memiliki surat-surat berharga bertulisan Arab Melayu.

Solok, Sumbar | Risko Mardianto, SH, Advokat di Solok mengatakan bahwa saat ini masih banyak warga di Solok yang memiliki surat-surat berharga bertuliskan Arab Melayu seperti surat jual beli tanah dan semacamnya. Dalam proses pembuktian di pengadilan menyangkut perkara perdata soal tanah, khusus di Masyarakat Minangkabau masih menjunjung tinggi adat istiadat dan kebiasaan masyarakat.

Banyak sekali masyarakat adat di Solok yang memiliki bukti kepemilikan atas tanah dengan surat yang masih bertulisan Arab Melayu, namun ketika terjadi sengketa dengan pihak lain, surat itu perlu diterjemahkan untuk penegasan isi suratnya, “nah jika tak ada yang mampu menerjemahkan bisa-bisa tanah masyarakat adat itu status quo, terjadi saling klaim dan jika dibawa ke pengadilan tak bisa dibuktikan secara formil, ini tentu akan terjadi perampasan hak masyarakat adat,” ujar Risko.

Risko Mardianto, SH | Advocat

“UUD 1945 menjamin berlakunya hukum adat di negara ini, oleh karena itu untuk beracara perdata yang menyangkut tanah masyarakat adat di pengadilan tidak bisa mengenyampingkan hukum adat Minangkabau,” sambung Risko.

Saat ini sedikit sekali yang mampu membaca tulisan Arab Melayu di Solok. Risko menduga hal itu adalah akibat dari tidak diajarkannya mata pelajaran Baca Tulis Arab Melayu di Sekolah. Dari beberapa sumber menyebutkan salah satu lembaga yang masih menyelenggarakan mata pelajaran Baca Tulis Arab Melayu adalah Yayasan Pendidikan Islam Engku Mudo Yahya di Muara Panas, keberadaan YPI Engku Mudo Yahya ini tentu patut didukung dengan dukungan anggaran dari Pemerintah agar tetap bisa eksis.

Asnawi Hamid, Tokoh Masyarakat Muaro Paneh yang berada di Jakarta juga membenarkan hal itu.

“YPI Engku Mudo Yahya di Muaro Paneh mampu melakukan itu (mengaktifkan mata pelajaran Baca Tulis Arab Melayu,-red), tinggal pemerintah menyediakan anggaran kurikulum agar bisa terus eksis,” kata dia.

Ia menceritakan, dahulu Almarhum ayahandanya yang bernama H. Abdul Hamid Daud menulis Arab Melayu, orang Jakarta bilang tulisan Arab Gundul.

“Terkadang surat untuk saya ditulisnya dalam Arab Melayu begitu juga naskah khutbah dan catatan catatan pentingnya,” kata Asnawi Hamid via WhatsApp, Minggu (12/01/2020).

Maigus Tinus, Tokoh Masyarakat Kabupaten Solok sekaligus pengusaha di Jakarta yang digadangkan maju dalam Pilkada Solok 2020 juga menyambut baik usulan untuk menghidupkan kembali mata pelajaran Baca Tulis Arab Melayu di Kabupaten Solok.

Maigus Tinus, ST

“Jika usulan itu diterima oleh Pemkab dan segera direalisasikan, tentu akan menarik minat wisatawan dari Kesultanan Melayu Raya ke Solok,” ujar Maigus.

Jika diaktifkan mata pelajaran Baca Tulis Arab Melayu di Solok maka minat wisatawan dari Kesultanan Melayu Raya untuk datang ke Solok Nan Indah akan meningkat, sebab menurut sejarahnya kesultanan ini sudah tersebar diseluruh penjuru Asia Tenggara, mereka berasal dari Yaman dan tersebar hampir diseluruh Asia Tenggara.

“Jika dihidupkan kembali mata pelajaran itu saya rasa akan banyak sekali program dan kegiatan yang bisa dilakukan secara bersama-sama,” pungkas Maigus Tinus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here