Beranda Opini Pemuda Indonesia Timur Angkat Suara Terkait Statement Kemenag Tentang Aturan Toa Mesjid

Pemuda Indonesia Timur Angkat Suara Terkait Statement Kemenag Tentang Aturan Toa Mesjid

59
0
Foto: Petrodes M. Mega S. Keliduan, S.Sos.

Jakarta

Sebagai pemuda Indonesia yang berasal dari wilayah Indonesia bagian timur secara khusus Papua, saya merasa penting untuk angkat suara atas statement yang, maaf, “sedikit konyol”, dari salah satu pembantu presiden yang mengurus tentang keagamaan di Indonesia itu, yakni Menag Yakut.

“Bagi saya, hal tersebut (aturan tentang toa mesjid) adalah persoalan yang sebenarnya tidak terlalu subtansial untuk disoroti dan disikapi, karena masih banyak sekali persoalan keagamaan yang mungkin lebih penting untuk disoroti dan disikapi di negara kita ini. Lagipula, hal tersebut menurut saya malah akan membuat kegaduhan dan mengganggu kerukunan antar umat beragama di Indonesia,” ujar Petrodes M. Mega S. Keliduan, S.Sos.
Aktifis pemuda asal papua yang juga adalah mantan pimpinan mahasiswa di lingkungan Universitas Cenderawasih yang saat ini aktif di Dewan Pimpinan Pusat Partai Rakyat ini juga menyebutkan, bahwa di Papua yang mayoritas non muslim saja tidak pernah merasa terganggu dengan bunyi adzan melalui suara toa, karena rakyat Papua sadar betul tentang betapa pentingnya menjaga toleransi antar umat beragama.

“Kok Menag Yaqut malah mempersoalkan hal tersebut yang justru malah sebaliknya dapat merusak tatanan kehidupan sosial kemasyarakatan dalam rangka menjaga toleransi kehidupan beragama di Papua, dan bebrapa daerah lainnya yang ada di Indonesia timur yang penduduknya mayoritas non muslim,” pungkasnya.

“Sebagai pemuda indonesia yang peduli tentang toleransi kehidupan beragama di Indonesia, saya merasa penting untuk mengingatkan bahawasanya persoalan agama di Indonesia adalah persoalan yang cukup sensitif dan rawan konflik, dan sudah banyak sekali contoh-contoh kasus yang pernah terjadi dan memakan korban jiwa. Selaku Menteri yang mengurusi tentang agama, seharusnya Menag Yaqut harus lebih jeli dan komperehenship dalam membuat aturan,” ucap Petrodes mengakhiri. (red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here