Beranda Bhayangkara Pemuda Tak Punya Nurani Aniaya Balita Di Tangerang Dibekuk Polisi

Pemuda Tak Punya Nurani Aniaya Balita Di Tangerang Dibekuk Polisi

133
0

Tangerang, Banten

Hari Minggu (28/2/2021) sekira pukul 13.00 Wib adalah hari yang sangat menyedihkan bagi keluarga A.H, warga di Kampung Tari Kolot RT 001/002 Kelurahan Sukanagara, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tanggerang. Pasalnya, anaknya yang masih balita berusia usia 2 Tahun 4 Bulan (ZM), menjadi korban kekerasan ASD yang tak bermoral bahkan sangat biadab sekali.

ASD melakukan tindakan yang sangat tidak bermoral terhadap seorang anak dibawah umur karena alasan yang sangat sepele, rasa kesal dan marah pelaku ASD yang dirasakan saat itu. “Karena HP milik dia dilempar korban (ZM-red),” kata AKBP Wahyu S. Bintoro, S.H., SIK., M.Si., kepada awak media dalam keterangan resminya, Selasa dini hari (16/03/2021).

“Motif kekerasan anak di bawah umur oleh tersangka ASD ini terungkap dari hasil pengembangan laporan Polisi Nomor : LP / 211 / K / III / 2021 / Resta Tanggerang, Tanggal 15 Maret 2021, atas nama pelapor inisial R.A (ibu korban-red),” ucap Wahyu.
Dengan adanya laporan dan petunjuk Video tersebut, piket reskim unit III harda, Bripka Tri Martono.,A.Md., Bripka Supriyono, melaksanakan pengecekan ke rumah korban, sedangkan unit opsnal yang dipimpin Kanit PPA, Iptu Subarjo, S.H., M.Si., dan Ipda Udi Sahudi, S.H., serta Bripka Indra, melakukan pengamanan terhadap pelaku di tempat kediamannya, pada hari Senin (15/3/2021).

‚ÄúDari serangkaian pemeriksaan, terungkap bahwa motif penganiayaan ini karena kesal. Tersangka marah karena HP miliknya dilempar si korban, sehingga membuat ASD emosi dan marah langsung memukul perut korban beberapa kali dengan beberapa posisi korban, baik duduk,berdiri,tidur dan terlentang,” kata Kapolresta Tanggerang.

Atas perbuatan tak bermoral dan bejad ASD, tersangka dijerat dengan Pasal 80 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dengan Ancaman Kurungan Pidana 3 Tahun atau paling lama 6 Tahun Penjara atau Pasal 13 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak berbunyi :

“Setiap anak selama dalam pengasuhan orang tua, wali, atau pihak lain mana pun yang bertanggungjawab atas pengasuhan, berhak mendapat perlindungan dari perlakuan sanksi pidana bagi orang atau pelaku kekerasan/penganiayaan yang melanggar pasal di atas ditentukan dalam Pasal 80 UU 35 tahun 2014 :

(1) Setiap Orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76C, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp 72 juta. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here