Pemusnahan 3.884 Butir Ekstasi oleh Satresnarkoba Polres Karimun Dipertanyakan

0
16

Seperti biasanya pemusnahan barang bukti (BB) narkotika jenis apa saja di polres Karimun, mengundang para wartawan dan disaksikan para tersangkanya. Namun kali ini berbeda dan menjadi sebuah pertanyaan di lingkungan Polres Karimun karena Satnarkoba Polres Karimun melaksanakan pemusnahan tanpa mengundang para awak media. Ada apa ya…?

Karimun, Kepri | Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Karimun menggelar Konferensi Pers pemusnahan barang bukti narkotika jenis pil ekstasi sebanyak 3.884 pil ekstasi berwarna biru bertuliskan TIGER tanpa melibatkan awak media, Jumat (20/10/2023).

Pemusnahan barang bukti kasus Narkoba tersebut berdasarkan Surat Kejaksaan Negeri Karimun nomor : SK – 2081 / L.10.12/ ENZ.1 / 10 / 2023 tanggal 20 Oktober 2023 tentang ketetapan status barang sitaan narkotika yang akan dimusnahkan.
Kegiatan ini dipimpin oleh Wakapolres Kompol Herie Pramono S.H., S.I.K., M.H., didampingi Kasat Narkoba AKP Iptu Alfin Dwi Wahyudi Nuntung, S.Tr.K, S.I.K., dan Kasubsipenmas Sihumas serta dihadiri oleh Wakil Ketua Pengadilan Negeri Karimun, Kasi Barang Bukti Kejaksaan Negeri Karimun, BNNK Karimun, Staf Rutan Karimun, penasehat hukum tersangka serta tokoh masyarakat Karimun tanpa melibatkan wartawan yang ada di Kabupaten Karimun.

Wakapolres Karimun Kompol Herie Pramono S.H., S.I.K., M.H., mengatakan proses penyidikan kasus Narkoba yang barang buktinya dilakukan pemusnahan ini berdasarkan Laporan Polisi nomor : LP- A /34/ IX / 2023 / SPKT Satresnarkoba Polres karimun, tanggal 21 September 2023 dengan tersangka inisial IL yang mana tempat kejadian perkara berada di Jl. Nusantara Kel. Tanjung Balai Kota, Kec. Karimun, Kab. Karimun pada hari Kamis tanggal 21 September 2023 sekira pukul 15.40 Wib.

Adapun barang bukti narkotika Jenis Ekstasi yang berhasil disita oleh Satresnarkoba Polres Karimun adalah sebanyak 3.947 butir dan yang dimusnahkan sebanyak 3.884 butir yang mana sisanya sebanyak 63 butir narkotika jenis Ekstasi disisihkan untuk pemeriksaan secara Laboratorium di Labfor Polda Riau untuk barang bukti di persidangan dengan hasil positif Narkotika mengandung MDPV (Methylene Dioxy Methamphetomine) yang terdaftar dalam golongan I nomor urut 61 Lampiran Undang – Undang Republik Indonesia No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Pemusnahan barang bukti ini kita lakukan dengan cara dihancurkan dengan menggunakan Blender, selanjutnya barang bukti tersebut dibuang kedalam septic tank,” ungkapnya.
“Adapun pasal yang dilanggar Pasal 114 ayat (2) Subsider Pasal 112 ayat (2) Undang – Undang RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara atau hukuman seumur hidup atau hukuman mati atau pidana denda Rp. 1.00.000.000 (satu miliar rupiah) sampai dengan Rp.10.000.000.000 (sepuluh miliar rupiah),” tutupnya.

Pantauan media ini di lapangan, pemusnahan barang bukti (BB) narkotika jenis pil ekstasi kali ini berbeda dengan sebelumnya. Biasanya setiap melaksanakan pemusnahan barang bukti di Polres Karimun, selalu mengundang para awak media untuk pemberitaan. Namun kali ini berbeda dengan al sebelumnya, ada apa yaaa???

Kasubsipenmas sihumas Polres Karimun Harpen, S.H., ketika dihubungi wartawan media ini Jumat (20/10) melalui WA dan menjawab, “Itu langsung dengan Kasat Bang… ,” ucapnya.

Namun dalam riliesnya tercantum bahwa Satresnarkonba Polres Karimun menggelar konferensi Pers pemusnahan barang bukti (BB) pil ekstasi,namun tidak melibatkan wartawan. Hal ini merupakan yang aneh dan perlu dipertanyakan. Ada apa dalam pemusnahan tersebut tanpa mengundang wartawan??? (Ariyanto Nainggolan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here