Beranda Hukum Pengusaha Beli Jam Rp 77 M, Tak Terima Barang Serahkan Bukti WA...

Pengusaha Beli Jam Rp 77 M, Tak Terima Barang Serahkan Bukti WA Ke Bareskrim

38
0

Jakarta, Bhayangkarautama.com.

Seorang pengusaha Tony Sutrisno kembali menyerahkan barang bukti berupa chat WhatsApp (WA) ke Bareskrim Polri buntut pembelian jam tangan mewah senilai Rp 77 miliar. Dua buah jam merek Richard Mille itu belum juga diterima walaupun pembayaran sudah dilunasi.

“Hari ini menambah bukti yang laporan tanggal 28 Juni itu supaya mempertegas lagi, chat WA dengan staf RM (Richard Mille),” kata kuasa hukum Tony Sutrisno, Royandi Haichal, di gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (4/4/2022).

Royandi mengatakan kedatangannya juga mendesak laporan yang telah dibuat pada 28 Juni 2021. Barang bukti itu akan dimasukkan ke dalam berkas laporan yang teregister di nomor: STTL/265/VIL2021/BARESKRIM.

“Kami mendatangi Mabes Polri untuk menanyakan perkembangan laporan kami, dengan terlapor Saudara Richard Lee, yang merupakan brand manager Richard Mille di Indonesia. Kami berharap kasus ini segera dituntaskan,” katanya.

Dimintai konfirmasi secara terpisah, Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan mengatakan, kasus dugaan masih dalam tahap penyelidikan.

“Masih lidik,” ujar Whisnu.

Sebelumnya, seorang pengusaha Tony Sutrisno membeli dua jam mewah merk Richard Mille seharga Rp 77 miliar. Namun nahas, dua jam tersebut belum diterimanya hingga sekarang.

“Nilainya untuk yang Black Sapphire harganya Rp 28 miliar, Blue Sapphire Rp 49 miliar, jadi totalnya sekitar Rp 77 miliar,” kata kuasa hukum Tony Sutrisno, Royandi Haichal, dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Kamis (31/3).

Royandi mengatakan Tony memesan kedua jam itu pada 2019 dengan sistem pre-order, dan bisa diterima pada 2021. Royandi menyebut keduanya sudah dilunasi oleh Tony, bahkan terdapat kelebihan pembayaran.

“Pak Tony sudah transfer sekitar Rp 78 miliar, jadi ada kelebihan dari harga yang sudah ditentukan,” katanya.

Selain itu, pihaknya sudah melayangkan somasi ke pihak Richard Mille sebanyak dua kali. Pada akhirnya somasi itu dijawab oleh PT. Royal Mandiri Internusa. Namun pada jawaban tersebut dijelaskan bahwa tidak terdapat adanya dua transaksi jam senilai Rp 77 miliar itu.

“Malah kita sampai dua kali somasi nggak digubris, dan baru kemarin ada tanggapan dari lawyer-nya kalau dia mau membawa nama PT, bukan Richard Millie Jakarta, PT. Royal Mandiri Internusa ini berdiri sejak 2017, dan waktu transaksi dua jam ini tidak ada dalam PT. tersebut,” katanya. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here