Beranda Daerah Peringatan HPN, Pemkab Ende Berikan Hadiah Press Room Untuk JEB

Peringatan HPN, Pemkab Ende Berikan Hadiah Press Room Untuk JEB

39
0

Ende, NTT

Dimomentum peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun ini yang jatuh pada Rabu, 9 Februari 2022, para insan pers di Kabupaten Ende khususnya yang tergabung dalam Jurnalis Ende Bersatu (JEB) mendapatkan hadiah istimewa dari Pemerintah Daerah Kabupaten Ende yakni Press Room, sebagai tempat para Jurnalis Ende untuk bisa bekerja guna menghasilkan karya-karya jurnalistik yang dapat membantu dan mendukung Pemkab dalam membangun Kabupaten Ende sebagai kota rahimnya Pancasila.

Dimomentum Hari Pers Nasional ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Ende menunjukkan keberpihakannya terhadap pekerja Jurnalistik dengan menyediakan sebuah press room yang berlokasi di Lantai 1 Kantor Bupati Ende, di jalan Eltari agar para jurnalis di Ende bisa dengan aman dan nyaman melahirkan karya-karya jurnalistik untuk kebaikan dan kemajuan di daerah ini.

Kegiatan lauching press room ini dihadiri oleh Bupati Ende, Wakil Bupati Ende, Sekretaris Daerah Kabupaten Ende, Dandim 1602 Ende, Kepala KPP Pratama Ende, Asisten dan pejabat di ruang lingkup Setda Ende bersama seluruh insan pers yang bekerja di Kabupaten Ende.

Bupati Ende, Drs. Djafar H Achmad, M.M., saat melaunching Press Room mengatakan bahwa fasilitas yang diberikan oleh Pemda Ende kepada insan pers Kabupaten Ende sebagai Kado Istimewa di Hari Pers Nasional, 9 Februari 2022.

“Kado yang diberikan oleh Pemda Ende kepada para jurnalis yang tergabung dalam Jurnalis Ende Bersatu (JEB) berupa press room merupakan bentuk kerjasama Pemda Ende dangan para insan pers yang bekerja di Bumi Tri Warna Kelimutu Kota Pancasila dalam memudahkan tugas-tugas jurnalistik mereka,” ujar Bupati Djafar.


Lanjut Bupati Djafar, “Permintaan dan kerinduan teman- teman Media ini untuk miliki pres room sudah sejak lama, namun baru di era kepemimpinan saya dan Pa Erik Rede, hal ini baru terjawab”.

“Hal ini memang sudah jauh-jauh hari kami pikirkan. Namun saya lebih senang melaunching Press Room ini bersama dengan Pa Wakil Bupati Ende. Dimomentum Hari Pers ini kado terindah buat kita ada dua, yakni Press Room dan Wakil Bupati Ende,” tuturnya.

Bupati Djafar menambahkan bahwa dengan adanya fasilitas Press Room ini bukanlah bentuk pembungkaman terhadap media serta membuat kekritisan teman-teman media dalam melakukan fungsi kontrol kepada Pemerintah Daerah menjadi tumpul, tetapi seyogyanya tetap kritis, independen, dan solutif dalam membangun Kabupaten Ende yang kita cintai ini.

“Saya bukan orang yang anti kritik, tetapi sesungguhnya selalu terbuka dengan setiap kritikan, asalkan logis dan berdasar. Pemerintah harus siap dikritik karena apa yang dikritisi tentunya berguna untuk kepentingan banyak orang dan kemajuan Kabupaten Ende,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Jurnalis Ende Bersatu (JEB), Fransiskus Son Bara yang juga adalah Wartawan Victory News menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Ende yang sudah dengan ikhlas hati menyiapkan fasilitas  Press Room untuk digunakan oleh Insan Pers yang bertugas di Kabupaten Ende, dalam melaksanakan tugas-tugas jurnalistiknya.

“Sebagai ketua organisasi JEB, saya meyakini bahwa ini adalah awal yang baik di tahun yang baru, dan dalam momentum Hari Pers Nasional (HPN), agar Pemkab Ende dan lnsan Pers terus bersinergi dalam membangun Kabupaten Ende ke arah yang lebih baik,” tandasnya.

Senada dengan Ketua JEB, Sekertaris JEB Ende, Anselmus Kaise yang adalah Wartawan Ekora NTT, memberikan penegasan bahwa Pers adalah pilar keempat dalam tatanan demokrasi bangsa Indonesia. Untuk itu kehadiran lnsan Pers di Kabupaten Ende perlu mendapatkan perhatian dan dukungan dari Pemkab Ende, terutama dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistiknya.

“Press Room ini adalah kado terindah buat Insan Pers di Ende, karena momentumnya bertepatan dengan peringatan Hari Pers Nasional (HPN). Namun perlu disadari bahwa ini bukan bentuk pembungkaman terhadap kekritisan media dalam mengontrol kerja-kerja Pemkab Ende. Insan Pers harus tetap kristis, transparan dan solutif mengungkapkan fakta dan kebenaran,” jelasnya.

Dirinya berharap, agar momentum peringatan Hari Pers Nasional tingkat Kabupaten Ende menjadi awal kebangkitan Insan Pers untuk terus berkarya membangun Ende dengan selalu menyajikan informasi yang aktual dan akurat.

Lebih jauh, Ketua Jurnalis Ende Bersatu ( JEB) Fransikus Son Bara mengatakan, Peringatan Hari Pers Nasional di kabupaten Ende yang ditandai dengan peresmian Press Room, tidak berarti mengkerdilkan fungsi dari Pers itu sendiri.
 
Dia menyebutkan, fungsi kritis tetap harus dilakukan, meskipun Pemerintah kabupaten Ende menyiapkan sarana untuk permudah kerja jurnalistik seperti menyiapkan Press Room yang berlokasi di kantor Bupati.
 
“Fungsi kritis tetap harus kita laksanakan. Sesuai dengan kode etik jurnalis. Keberimbangan berita mesti kita lakukan,” ujar Son Bara, demikian ia biasa disapa.

Hal ini disampaikan saat meresmikan ruang Press Room bagi para pekerja pers yang ada di kabupaten Ende, Rabu (9/2/ 2022) di kantor Bupati Ende.
 
Dirinya menyebutkan, media  juga harus bertanggungjawab dalam membangun daerah ini dalam hal pemberitaan. Untuk itu, Undang- Undang Pers dan etika jurnalistik menjadi rujukan dalam pelaksanaan karya jurnalistik.
 
Dia juga dikesempatan ini minta, agar pemangku kepentingan untuk melindungi para pekerja Pers dari ancaman dan intimidasi oleh karena karya jurnalistiknya.
 
“Pers dilindungi oleh Undang-Undang, karena itu kepada pemangku kebijakan untuk bisa melindungi para pekerja Pers dari ancaman dan pembungkaman. Karena selama ini sering terjadi juga di Kabupaten Ende,” tutup Son Bara, salah satu wartawan senior di kabupaten Ende.
 
Terkait dengan sikap tegas dari Ketua dan Seketaris JEB, Bupati Ende Djafar Achmad juga meminta dukungan penuh dari para pekerja Pers yang bekerja di kabupaten Ende, dalam upaya membangun Ende kedepan yang lebih baik lagi.
 
Bersama wakil Bupati Erikos Emanuel Rede kata Djafar, tidak bisa bekerja sendirian, karena itu dukungan stakeholder termasuk kalangan Pers sangat dibutuhkan.
 
“Tanpa rekan-rekan media kami tidak bisa bekerja khususnya dalam memberikan informasi pembangunan kepada masyarakat, juga termasuk wawasan dalam bentuk kritikan terhadap pembangunan,” ujar Djafar Achmad.
 
Dia berpesan agar informasi dari masyarakat yang benar yang perlu diberitakan dan yang tidak menimbulkan keresahan apalagi berupa hoax.
 
“Banyak media yang memberitakan kebohongan atau hoax. Dan itu seturut data sekitar 70 persen media yang melakukan itu. Karena itu, bantuan dari para wartawan melalui media untuk bisa menangkal berita tersebut dengan berita yang benar,” pinta Buiati Dhafar.
 
Djafar Achmad yang juga didampingi oleh Wakil Bupati Ende, Erikos Emanuel Rede dan Sekda Ende, dr. Agustinus Ngasu serta pada asisten dan pimpinan OPD juga menyatakan komitmennya untuk selalu kompak hingga masa jabatan berakhir.
 
“Teman-teman juga tolong ingatkan kami jika melihat ada ketidak- kompakan. Sampaikan jika terjadi apa-apa karena semuanya demi kebersamaan,” ujar Bupati Djafar Achmad. (Damianus Manans)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here