Beranda Inovasi Ini Pesan Ketua IPJI Jabar Dalam Monitoring Dan Pembekalan Anggota Di Ciamis

Ini Pesan Ketua IPJI Jabar Dalam Monitoring Dan Pembekalan Anggota Di Ciamis

67
0

Dalam rangka agenda kerja Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) DPW Jawa Barat ke Dewan Pewakilan Cabang (DPC) IPJI kabupaten Ciamis melakukan kegiatan pembinaan, monitoring dan pembekalan pada pengurus di salah satu rumah makan di wilayah Kabupaten Ciamis yang diikuti oleh berbagai media baik cetak maupun media elektonik yang tergabung dalam wadah DPC IPJI Ciamis, tidak lepas kehadiran calon ketua serta kepengurusan DPC IPJI Kabupaten Ciamis, Sabtu (18/07/2020).

“Menyikapi pandemik wabah virus corona yang saat ini di berbagai daerah sedang melaksanakan Adaptasi Kebiasan Baru (AKB) dan setelah dicabutnya aturan PSBB akibat wabah covid yang berkepanjangan maka jurnalispun yang tergabung dalam IPJI saat menjalankan aktivitasnya harus mengikuti peraturan sesuai protokol covid” – Ketua DPW IPJI Jawa Barat Dra. Ai Mulyani M.Pd –

Ciamis, Jawa Barat |BU| Dalam diskusi tersebut, agenda kerja serta pembekalan kepada para anggota, Ketua DPW IPJI Jawa Barat Dra. Ai Mulyani M.Pd., menyampaikan langkah langkah strategis kedepan terkait program kerja yang tertuang dalam AD/RT Ikatan Penulis Jurnalis Indonesia.

Ia menyampaikan, DPC IPJI Ciamis paska mengalami kepakeman selama beberapa bulan terakhir ini karena habisnya masa jabatan PLT Ketua dikarenakan pengunduran diri salah satu pengurus DPC IPJI Ciamis membuat para pengurus serta anggota mati suri.

Ai menambahkan, “Perlunya DPW IPJI hadir untuk memberikan pembekalan sekaligus monitoring dan evaluasi agar IPJI Ciamis kedepan lebih baik dan maju dalam menjalankan roda organisasi,” tuturnya.

Hasil dari penelusurannya kepakeman IPJI di Ciamis salah satunya disebabkan dari miss komunikasi antara pengurus dan di harapkan kedepannya hal tersebut tidak terulang lagi.

“Kita harus solid dan kompak dengan tetap mengacu pada aturan yang ada di IPJI,” tutur Ketua DPW IPJI Jabar Bunda Ai sapaan akrabnya.

Ia pun berpesan kepada para jurnalis yang tergabung dalam wadah IPJI setelah dikukuhkan kembali kepengurusan yang baru diharapkan bisa bersinergi dengan seluruh stakeholder yang ada di dalam  menjalankan aktivitas jurnalistik dengan tetap berpegang teguh pada kode etik jurnalistik.

“Laksanakan tupoksi jurnalis sesuai dengan UU PERS No 40 Tahun 1999 pada saat mencari, menggali dan menayangkan sebuah hasil karya jurnalistik dan dalam penyajian pemberitaan jangan memberikan informasi hoak pada masyarakat lakukan kegiatan kejurnalisan sesuai aturan mekanisme yang ada,” singkatnya.

Sementara Ketua DPC IPJI kabupaten Ciamis, Arif Ma’ruf menyambut baik langkah langkah strategis program IPJI yang  disampaikan Ketua IPJI Jabar, sebagai jembatan membangun sinegritas di semua lini khususnya wilayah kerja DPC IPJI Kabupaten Ciamis.

“Dibawah kepemimpinannya bertekad dan berupaya akan membawa IPJI di Ciamis kedepan bisa lebih baik dan maju,” singkatnya.

Seusai kegiatan saat di wawancarai terkait maksud dan tujuan kedatanganya oleh para awak media, ketua DPW IPJI Jabar Ai.Mulyani mengatakan, “Kedatangannya dalam rangka agenda kerja DPW IPJI Jabar dalam melakukan monitoring dan pembekalan kepada pengurus dan anggota IPJI di Ciamis dan Alhamdulillah  hasilnya para pengurus sudah menjalankan roda organisasinya meskipun diakuinya masih banyak kekurangan, salah satu faktornya miss komunikasi antara pengurus paska pengunduran saudara AP dari jabatan ketua,” terangnya.

“Setelah kami berikan arahkan sekarang IPJI di Ciamis mulai melakukan pembenahan di internal dan selaku ketua DPW IPJI Jabar kami bangga,” jelasnya.

Terkait wabah covid-19, Ia mengatakan, “Menyikapi pandemik wabah virus corona yang saat ini di berbagai daerah sedang melaksanakan Adaptasi Kebiasan Baru (AKB) dan setelah dicabutnya aturan PSBB akibat wabah covid yang berkepanjangan maka jurnalispun yang tergabung dalam IPJI saat menjalankan aktivitasnya harus mengikuti peraturan sesuai protokol covid,” tegasnya.

Terkait pelaksanaan kegiatan anak didik di sekolah yang dilaksanakan secara daring whatsapp dan mobile teacher dengan alasan covid-19 itu merupakan hal yang tidak bisa di pahami, pasalnya Pasar, Mall, Objek Wisata, tempat karoke dan yang lainnya pada dibuka dan banyak yang berkerumun.

Ini sekolah malah di tutup atau tidak boleh ada kegiatan tatap muka, padahal menurutnya para kepsek dan guru akan sangat mampu menempatkan anak didik di sekolah dengan penerepan protokol covid.

Salah satunya dengan cara mengatur jadwal jam pembelajaran anak didik serta pembatasan anak didik misal satu ruangan biasanya di isi 20 siswa dan siswi itu bisa di isi 10 orang, sekolahpun bisa menyiapkan sanitizer, memberikan masker pada anak sekolah dan itu bisa dibiayai dari anggaran BOS.

“Fakta yang terjadi saat ini pada saat melakukan pembelajaran secara mobile teacher anak anak masih berkerumun dan banyak yang tidak memakai masker itu akan lebih berbahaya lagi,” pungkasnya. (Muhamad Rifa’i)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here