Beranda Peristiwa Pesawat Sriwijaya Air dengan rute Jakarta-Pontianak Jatuh Di Kepulauan Seribu

Pesawat Sriwijaya Air dengan rute Jakarta-Pontianak Jatuh Di Kepulauan Seribu

189
0

Jakarta

“Telah terjadi lost contact pesawat udara Sriwijaya rute Jakarta-Pontianak dengan call sign SJY 182. Terakhir terjadi kontak pada pukul 14.40 WIB,” kata Adita, jubir Kementerian Perhubungan, kepada awak media, Sabtu (9/1/2021).

Adita mengatakan, saat ini masih berjalan proses investigasi dan pihaknya juga sedang berkoordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) serta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Kami akan menyampaikan informasi lebih lanjut jika sudah ada perkembangan lain,” ujar dia.

Berdasarkan data dari situs pemantau penerbangan, Flightradar24, pesawat Sriwijaya Air take off atau lepas landas pada pukul 14.30 LT.

Penerbangan SJ 182 seharusnya tiba pada pukul 15.15 di Bandara Soepadio, Pontianak.
Namun, data Flightradar24 menunjukkan, B737-500 Sriwijaya Air SJ 182 berhenti di sekitar 11 mil laut Bandara Soekarno-Hatta, di atas Kepulauan Seribu.

Pesawat tampak sempat melewati ketinggian 11.000 kaki, tetapi tiba-tiba ketinggian dan kecepatan pesawat turun drastis. Posisi terakhir menunjukkan ketinggian 250 kaki di atas permukaan laut dengan kecepatan 358 knots.

ilustrasi.doc

Kepala Seksi Pemerintahan dan Transit Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Surachman mengatakan, nelayan Pulau Lancang mendengar ledakan di sekitar lokasi jatuhnya Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ 182, Sabtu (9/1/2021).

Nelayan Pulau Lancang juga melihat pesawat Sriwijaya Air jatuh ketika hujan deras mengguyur lokasi kejadian.

“Nelayan sempat mendengar ledakan dua kali di bawah laut dan dia melihat pesawat jatuh, lagi hujan lebat. Menurut mereka sekitar pukul 2 siang (pesawat jatuh),” kata Surachman.

Nelayan yang melihat jatuhnya pesawat Sriwijaya Air langsung melapor ke Pemkab Kepulauan Seribu.

“Nelayan itu langsung melapor ke kita,” ujar Surachman.

Saat dikonfirmasi mengenai kabar jatuhnya pesawat, Bupati Kepulauan Seribu, Djunaedi mengatakan, pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak jatuh di sekitar Pulau Laki.

“Betul di sekitar Pulau Laki,” ujar Djunaedi kepada media, ketika dikonfirmasi, Sabtu (9/1/2021).

Menurut Djunaedi, peristiwa terjadi pada Sabtu siang sekitar pukul 14.30 WIB. Djunaedi menyatakan bahwa ia menerima informasi tersebut dari pihak kelurahan setempat.

Dari pihak kelurahan ia menerima informasi bahwa seorang nelayan bubu sempat melihat ledakan api dari peristiwa tersebut, kemudian meminta tolong kepada warga sekitar.

“Ya saya dapat informasi dari kelurahan dari nelayan bubu ada orang yang minta tolong, ada ledakan api di sekitar Pulau Laki,” ujar dia.

Sementara itu, kapal patroli Kementerian Perhubungan menemukan serpihan tubuh di lokasi yang diduga menjadi titik jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182, di Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021).

Kapten kapal, Eko, mengatakan, awalnya ia mendapat laporan dari nelayan yang mendengar ledakan seperti suara petir, lalu pihaknya mengecek ke lokasi.

“Ada ditemuin serpihan-serpihan, mungkin tubuh dari manusia,” kata Eko.

Selain itu, Eko mengaku melihat avtur atau bahan bakar pesawat di lokasi.

“Ada avtur dari dalam, kebetulan di situ kedalaman perairan 15-16 meter,” kata dia.

Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air, Theodora Erika mengatakan, pihaknya sampai saat ini masih terus melakukan kontak dengan berbagai pihak terkait informasi lebih rinci penerbangan SJ-182 rute Jakarta-Pontianak.

“Management masih terus berkomunikasi dan menginvestigasi hal ini, dan akan segera mengeluarkan pernyataan resmi setelah mendapatkan informasi yang sebenarnya,” ujar Erika kepada wartawan, Sabtu (9/1/2021).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here