PETI di Tanjung Kelansam Menelan Korban Jiwa, APH Diminta Bertindak Tegas

0
56

Seorang pekerja tambang emas ilegal atau PETI berinisial Y (18), warga Kelurahan Kedabang, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Kalimantan mengalami kecelakaan kerja yaitu tertimpa patahan tiang jek milik Apong, warga Belitang Kabupaten Sekadau, Sabtu (4/11/2023).

Sintang, Kalbar || Korban Y tersebut berdomisili di Jalan Kedabang, RT 05 kelurahan Kedabang, kecamatan Sintang, Kalimantan Barat. Ini merupakan Putra dari Jekiadi dan Siti Hartini yang sedang bekerja PETI di Tanjung Kelansam.
Dengan kejadian yang menimpa warga Kedabang ini, para Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) ternyata masih marak di kabupaten Sintang yang dikoordinir oleh Asmidi dkk. Maraknya aktivitas tersebut hingga sampai memakan korban jiwa warga Kedabang Y (18) tahun.

Informasi yang didapatkan media bahwa tambang emas tanpa izin (PETI) di situ ada yang mengkoordinir, namanya Asmidi dan Hendra.

Korban Y tenggelam karena tertimpa patahan tiang Jek PETI (Pertambangan Emas Tanpa Izin), kemudian jatuh ke sungai dan sampai saat ini belum ditemukan jasadnya dan masih dalam pencarian Tim SAR bersama warga.
Di sisi lain Keluarga dari Korban meminta kepada pihak APH (Aparat Penegak Hukum) Polres Sintang maupun Polda Kalbar untuk mengambil tindakan kukum terkait maraknya aktivitas PETI di Tanjung Kelansam yang mengakibatkan meninggalnya Y di tempat kerjanya dan belum ada pertanggungjawaban dari pemilik alat (Apong) tempat korban bekerja, Minggu (5/11/2023).

Keluarga korban berharap supaya pemilik lanting Jek bernama Apong dari Belitang, Kabupaten Sekadau, bertanggungjawab atas kejadian ini.

“Kami minta pihak Polres Sintang mengamankan BB (Barang Bukti) berupa lanting Jek milik Apong itu dan juga mengamankan Apong di Polres, supaya jangan sampai dia melarikan diri, sampai jasad korban ditemukan dan pihak keluarga (orangtua korban) siap untuk memproses secara hukum atas kecelakaan yang menimpa anaknya,” ungkap keluarga korban.

“Saat ini kami sedang berduka dan berusaha menemukan jasad korban, sekali lagi kami minta kepada Polres Sintang untuk mengamankan BB dan Apong pemilik lanting Jek itu, ini masalahnya yang menyebabkan kematian,” tegas keluarga korban. (Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here