Beranda Daerah Pilkada Kabupaten Solok Menjadikan Fakta Adanya “Hukum Alam”

Pilkada Kabupaten Solok Menjadikan Fakta Adanya “Hukum Alam”

948
0
RSUD Tobelo

Solok, Sumbar

Musim pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2020 ini sepertinya benar-benar menjadi ajang pembuktian bahwa “hukum alam” atau hukum sebab akibat itu benar-benar ada. Perhelatan lima tahunan ini juga menjadi bukti bahwa siapa calon kepala daeah yang “berbuat ketidakbenaran” perlahan namun pasti mulai ditinggalkan pendukungnya. Sebaliknya, siapa yang terus menabur kebaikan, hasilnya pun dipastikan menuai kebaikan pula.

Kalaulah memberikan contoh tidak termasuk pelangaran tahapan Pilkada, maka hampir dipastikan pujian itu akan dilayangkan pada calon Bupati dan Wakil Bupati Solok nomor urut 1, Nofi Candra – Yulfadri (NC – Yul). Hal itu terlihat ketika NC-Yul berkunjung ke setiap nagari dari ujung Utara sampai ke ujung Solok bagian Selatan, antusias pendukung selalu bertambah pesat dari hari ke hari.

“Pasangan NC-Yul ini di cintai masyarakat karena budi pekertinya yang santun penuh senyum, bukan karena penonjolan eporia harta berlimpah. Juga bukan karena bualan kata-kata dusta bahwa telah berbuat ini itu, yang katanya ‘program bedah rumah, program pisau, dan program lain-lainya,’ yang kita ketahui bahwa program itu adalah program pemerintah pusat yang selalu ada setiap tahunnya, bukanlah bantuan pribadi”, ungkap beberapa orang tokoh masyarakat di Nagari Koto Sani, (29/10/2020) saat kunjungan roadshow Nofi Candra.
Masyarakat juga mengatakan, mau difitnah dengan cara apa pun, mau disudutkan dengan isu apa pun, kebenaran tetaplah kebenaran. Ia akan hadir dengan caranya sendiri. Karena Itulah masyarakat berharap pasangan NC-Yul nomor urut 1 mendapat mandat dari rakyat pada tanggal 9 Desember nanti.

Sementara itu menurut Gusrial Abbas, mantan Wakil Ketua DPRD, seorang pemimpin yang baik bukan hanya memerintah orang lain untuk melakukan suatu pekerjaan, atau lebih banyak marah-marah. Tetapi pemimpin yang baik harus bisa terjun langsung ke lapangan untuk memberikan contoh yang konkret kepada rakyatnya.

“Menjadi seorang pemimpin harus benar-benar berbaur dengan masyarakat, pemimpin harus mendengarkan apa yang menjadi keluh kesah masyarakat dan bukan harus mendengarkan kata-katanya”, terang pria yang akrab disapa GA dengan seulas senyum khasnya.

Ditambahkanya, pemimpin yang baik akan berkomunikasi dan mempertimbangkan apa yang jadi keinginan masyarakatnya, dan bukan malah apa yang menjadi keinginannya.

Untuk itu, selaku tokoh ninik mamak sekaligus pemerhati daerah, Gusrial berharap agar masyarakat memilih pemimpin yang dapat menjadi pemimpin pemberi arah yang mengayomi, melayani, bukan pemimpin untuk dilayani.
“Kita butuh pemimpin yang memiliki visi dan misi yang berpihak kepada peningkatan ekonomi kerakyatan dan responsif. Seorang pemimpin yang bisa selalu tanggap dalam setiap persoalan kebutuhan yang menjadi harapan rakyatnya. Pemimpin yang beriman, berkepribadian baik (integritas), dan memiliki keahlian memimpin atau skill of leadership,” imbau Gusrial Abbas, S.Ag, MM, Katik Marajo bersemangat.

Oleh karena itu, tambah dia, masyarakat tentunya haruslah dinamis dan selektif dalam menentukan ke cenderungannya memilih pemimpin melalui analisa dan bedah calon, mana sosoknya yang mungkin bisa dipercaya menerima amanah untuk daerahnya lebih baik.

Sementara itu, ketika diminta komentarnya tentang calon kepala daerah yang punya niat baik antar sesama calon kepala daerah,
sambil menarik nafas panjang Gusrial Abbas mengatakan ; “Saya rasa semua pasangan calon kepala darah adalah muslim, tentu sedikit banyaknya mereka tahu apa konsekwensinya”, kata Gusrial Abbas

“Dalam Islam, berniat mencegah diri dari perbuatan buruk sudah dianggap bernilai ibadah dan berpahala, apalagi jika kita benar-benar ingin melakukan perbuatan yang baik. Maka hasilnya tentu akan kita dapatkan. Tak didunia di alam keabadian pun akan dirasakan. Jadi, kalau ada calon pasangan yang tak tahu itu, rasanya pantas di cermati untuk direnungi”, terang Gusrial Abbas, S.Ag, MM, Katik Marajo. (Am Charlen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here