Beranda Hukum Polda Sumatera Utara Ungkap Pembunuhan Berencana Hakim Jamaluddin

Polda Sumatera Utara Ungkap Pembunuhan Berencana Hakim Jamaluddin

114

Polda Sumut berhasil mengungkap Pembunuhan berencana Hakim Pengadilan Negeri Medan Jamaluddin. Ditreskrimum menetapkan 3 orang tersangka Ketiga pelaku yakni Zuraidah Hanum (ZH) 32 tahun, istri korban, Jefri Pratama (JP) 42 tahun dan Reza Fahlevi (RF) 29 tahun, JP dan JF keduanya eksekutor.

Medan, Sumut | “Ini merupakan pembunuhan berencana yang dilakukan tiga orang. Otak pelaku yakni ZH istri korban. Kini ketiganya resmi ditahan hari ini,” kata Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin pada konferensi pers di Mapoldasu, Rabu (08/01/2020).

Atas perbuatannya, ketiganya dikenakan pasal 340 subsider 338 junto pasal 55 ayat 1 ke 1 e, 2e KUHP pidana 340 ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Fakta-fakta terungkap, bahwa korban dibunuh di kamarnya sendiri dengan cara dibekap oleh kedua pelaku yakni JP dan JF sedangkan ZH berperan menindih kaki korban serta menenangkan Kanza (anak korban) yang terbangun saat eksekusi dilakukan.

Hakim Jamaluddin menikah dengan tersangka ZH pada 2011 lalu dan dikaruniai satu orang anak. Dalam perjalanan waktu, ZH cemburu pada korban karena diduga telah selingkuh dan berniat menghabisi korban pertama kali pada Maret 2019. Rencana pembunuhan ZH bertemu dengan Liber J Hutasohit dan meminta untuk melakukan pembunuhan. Namun Liber Hutasohit tidak bersedia.

Pada akhir 2019, ZH bertemu dengan JP karena anak keduanya sama-sama bersekolah di salah satu sekolah swasta di Kota Medan.

Tersangka ZH dan JP terlibat hubungan asmara karena sering bertemu dan curhat. Pada 25 November 2019, ZH dan JP bertemu di Coffe Town, Ringroad, Medan untuk merencanakan pembunuhan korban Jamaluddin. Kemudian keduanya bertemu RF dengan menyerahkan uang 2 juta rupiah untuk dibelikan handphone, baju kaos, sepatu dan sarung tangan.

BACA JUGA :  Polda Sumut Laksanakan Apel Kesiapan Penanggulangan Bencana

Pada 28 November 2019, ZH menjemput JP dan JF dengan menggunakan mobil Toyota Camry BK 78 ZH di Pasar Johor Karya Wisata menuju rumah korban. Setibanya disana mobil langsung masuk ke garasi. JP dan JF langsung dibawa ke lantai III menunggu aba-aba dari ZH untuk melakukan eksekusi.

Sekitar pukul 01.00 WIB, ZH naik ke lantai III dan meminta JP serta JF untuk turun dan langsung ke kamar korban. Dimana korban sedang tidur bersama Kanza (anaknya) sedangkan ZH berada di tengah kasur.

Peran masing-masing. Tersangka ZH sebagai otak pelaku yang memerintahkan tersangka JP dan RF. Saat eksekusi, ZH berbaring disamping kiri korban sambil menindih kaki korban dengan kedua kakinya. Kemudian menenangkan Kanza (anak korban) yang terbangun agar tidur kembali.

RF berperan mengambil kain dari pinggir kasur korban, kemudian berjalan dan berdiri tepat dihadapan kepala korban dengan kedua tangan sudah memegang kain untuk membekap dibagian mulut dan hidung korban.

Peran JF naik ke atas kasur tepat dihadapan kepala korban kemudian berdiri dengan memegang kedua tangannya. Setelah korban tidak bergerak, JP dan JF memeriksa perut korban untuk memastikan korban sudah tewas. Kedua pelaku kemudian pada pukul 03.00 WIB menurunkan mayat korban untuk dimasukkan ke dalam mobil dan dibuang ke Kutalimbaru, Deliserdang, setelah sebelumnya dibawa memutar ke arah Brastagi, Tanah Karo.

Rute yang dilalui Keluar rumah, mayat korban dibawa ke arah Jalan Aswad, belok kiri ke jalan Eka Warni, Karya Wisata, AH Nasution, Jamin Ginting, Ngumban Surbakti, Setia Budi, Stella Raya, dan kemudian ke Gang Anyelir untuk mengambil sepeda motor di rumah orang tuanya hingga pembuangan mayat beserta mobil Prado milik korban.

BACA JUGA :  Polri Peduli Penghijauan Dalam Rangka Hari Sejuta Pohon Sedunia

Barang bukti :

  1. 1 buah dompet berisikan KTP, uang lembaran seratus ribu sebanyak 32 Lembar
  2. 1 buah jam tangan
  3. 1 buah laptob merek tosiba
  4. 1 buah kalung & cincin
  5. 1 unit Hp Samsung Lipat
  6. Satu potong baju dan celana panjang
  7. Sepatu Jamaludin
  8. 1 unit Hp Samsung J7
  9. 1 unit mobil Toyota prado Land Cruiser BK 77 HD Tahun 2010 Warna Hitam
  10. 1 unit sepeda motor Honda Vario BK 5898 AET
  11. 1 buah sarung bantal
  12. 1 buah bat cover
  13. 2 unit Hp Jefri Pratama
  14. Satu potong baju dan celana reza Falevi
Komentar Facebook