Beranda Daerah Polemik Pelabuhan Maurole, Ketua Formapem Ende Dituduh Sebarkan Hoax

Polemik Pelabuhan Maurole, Ketua Formapem Ende Dituduh Sebarkan Hoax

22
0

Ende, NTT

Seperti dilansir media ini sebelumnya, Ketua Forum Peduli Pembangunan (Formapem) Kabupaten Ende, Arkedius Aku Suka mengatakan bahwa, Sejak di resmikan pada tanggal 17 Desember 2020 silam, Dermaga Niaga yang berada di Desa Watukamba, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu terkesan tidak digunakan atau boleh dibilang mubazir.

Menurut Arkedius Aku Suka, yang juga adalah mantan aktivis PMKRI cabang Ende ini, bahwa selama ini Dermaga Niaga di Kecamatan Maurole dengan panjang 60 meter dan lebar 14 meter itu hanya digunakan untuk pengiriman hewan ternak dari Pantai Utara (Pantura) Flores, Kabupaten Ende ke luar pulau khususnya Sulawesi, Jeneponto, sedangkan untuk arus barang dan jasa aktivitasnya belum nampak sama sekali.

Kata Arkadeus, Bupati Ende Djafar Achmad, pada saat meresmikan Dermaga Niaga Maurole ini optimis bahwa dengan kehadiran Dermaga Niaga Maurole mampu meningkatkan ekonomi masyarakat Kabupaten Ende khususnya di wilayah utara, namun optimisme itu hingga hari ini ibaratnya masih jauh panggang dari api.

Foto: Ories Keo, Kacab. Perusahaan Pelayaran Nasional PT. Samudera Selatan, Ende.

Ketua Forum Masyarakat Peduli Pembangunan (Formapem) kabupaten Ende, Arkadeus Aku Suka menilai kehadiran Dermaga Niaga Maurole tidak berdampak positif terhadap ekonomi masyarakat setempat, malah bangunan Dermaga Niaga Maurole ini tidak maksimal digunakan oleh Pemerintah kabupaten Ende untuk kepentingan masyarakat luas.

Pernyataan mantan aktivis PMKRI cabang Ende ini dibantah keras oleh Ories Keo, Kepala Cabang Perusahaan Pelayaran Nasional PT. Samudera Selatan Ende dan menuduh bahwa ketua Formapem tersebut telah menyebarkan informasi bohong atau hoax, Seperti bukti via WhatsApp yang dikirim oleh Ories Keo kepada Bhayangkara Utama.com.

“Bgni sja om.. Sekarang dri om saja, utk sumber informasi menyangkut kapal perintis yg menyinggahi pelabuhan Maurole yg paling akurat cuman sy sja om, sy pelaku langsung dan utama, dan apa yg sy sampaikan realita dan berdasarkan data dan bukti.. Mgkn informasi dri para warga atau pun sumber lainnya sy pikir itu hoax.. Dan rencananya hari rabu subuh besok tgl 11 april kapal Meliku Nusa akan sandar di pelabuhan Maurole”, demikian tulis Ories Keo yang dikirim via WhatsApp ke wartawan media ini.

Ories Keo yang ditemui media ini di kantor KSOP Ende, Senin (9/5/2022) mengatakan, kapal Perintis ini pangkalannya ada di Maumere. Jadi rute pelayarannya adalah Maumere – Palue – Maurole – Marpokot – Reo – Labuan Bajo – Bima dan kembali ke Maumere seperti semula. Dan jadwal kapal perintis tersebut satu bulan itu enam kali menyinggahi pelabuhan Maurole.

 

Pernyataan Ories Keo ini, malah dibantah keras oleh Arkedeus Aku Suka. Menurut Ketua Formapem ini, pernyataan Ories Keo tersebut hanyalah diatas kertas dan faktanya tidak ada sama sekali kapal Perintis yang menyinggahi Pelabuhan Maurole selama ini. Seperti via WhatsApp yang dikirim oleh ketua Formapem kepada media ini

Pernyataan Ories yang mengatakan bahwa satu tiap minggu kapal Perintis singga di pelabuhan Maurole tentu tidak sesuai dengan kondisi lapangan

“Semenjak dermaga niaga Maurole beroperasi, hanya satu atau dua kali kapal Perintis singgah di Maurole. Jika dikatakan bahwa ada jadwal Linier ini hanya di atas kertas tapi tidak sesuai dengan kondisi lapangan, kita sangat sayangkan memberikan data ke publik tidak sesuai dengan realita di lapangan,” tulis ketua Formapem tersebut.

Sementara, Mosalaki (tua adat) yang juga adalah mantan Kepala Desa Watu Kamba, Maurole, Pius Sai saat dihubungi secara terpisah mengatakan, memang benar selama ini sejak Januari 2022 Kapal perintis tersebut jarang menyinggahi Pelabuhan Maurole, hanya beberapa kali saja dan kemarin menjelang lebaran sempat juga menyinggahi Pelabuhan Maurole, tetapi tidak rutin. “Semestinya berdasarkan jadwal dan pernyataan dari Ories Keo, kapal perintis tersebut harus rutin menyinggahi Pelabuhan Maurole untuk melayani masyarakat di Pantai Utara (Pantura) yang bepergian keluar wilayah atau antar pulau,” ungkap Pius Sai.

Untuk itu, terkait dengan saling bantah-membantah dan saling tuduh-menuduh di ruang publik untuk mempertahankan kebenarannya, maka perlu ada pembuktian benar atau tidak sesuai fakta di lapangan. Mari kita menunggu jadwal dan rute pelayaran kapal perintis ini. (Damianus Manans)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here