Beranda Peristiwa Polemik Terjadi Di Rumah Sakit Pratama Ende

Polemik Terjadi Di Rumah Sakit Pratama Ende

1922

Disatu sisi masyarakat sangat mengharapkan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Pratama Ende di Tana Li, khusus untuk wilayah pantai utara (Pantura) untuk segera dilakukan setelah sempat tertunda pengoperasiannya.

Cukuplah tanah yang diberikan gratis buat pembangunan Rumah Sakit Pratama, jangan teruskan lagi dengan tenaganya. Masa, Masyarakat Utara hanya menjadi penonton diatas tanah mereka sendiri. “Vinsen Sangu, Ketua Komisi III DPRD Kab. Ende”

Ende, NTT | Namun, Setelah resmi dibuka pengoperasiannya Rumah Sakit Pratama Ende di Desa Tana Li, Senin kemarin, (15/06/2020), justru memunculkan  persoalan dan Polemik baru terkait perekrutan tenaga kerja Non PNS sebagai tenaga pendukung di Rumah Sakit Pratama yang dinilai sarat KKN oleh DPRD Ende, Fraksi PDI Perjuangan.

Fraksi PDI perjuangan DPRD Ende, menilai bahwa dalam perekrutan tenaga penunjang kesehatan khusus Non PNS di Rumah Sakit Pratama, Sarat dengan Kolusi dan Nepotisme. Hal tersebut membuat fraksi PDI Perjuangan  dengan tegas menolak  hasil perekrutan dan mendesak untuk dilakukan proses ulang yang sungguh  dengan mempertimbangkan prinsip transparan dan profesional.

“Maka atas dasar inilah, Fraksi PDI Perjuangan menolak hasil perekrutan tersebut dan mendesak untuk dilakukan proses ulang yang sungguh mempertimbangkan prinsip transparan dan profesional,”  ungkap, Vinsen Sangu, kepada sejumlah wartawan, Senin (15/06/2020).

Vinsen Sangu, Ketua Komisi III DPRD Kab. Ende

Kepada wartawan, Vinsen Sangu, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ende yang juga menjabat sebagai ketua Komisi III DPRD Ende ini menegaskan, “Atas hasil yang telah diumumkan, sangat melukai prinsip transparan, akuntabel dan profesional. Selain itu juga melukai masyarakat di wilayah Pantai Utara, karena tenaga yang ada, tidak lebih dari 10% mengakomodir masyarakat utara, dan ini sungguh tidak sesuai dengan salah satu semangat pendirian atau pembangunan Rumah Sakit Pratama tersebut yakni,  menyerap lapangan pekerjaan bagi anak-anak di wilayah Utara sendiri,” ungkap Vinsen.

BACA JUGA :  230 KK Warga Padang Pariaman Terima Bantuan Perumahan Swadaya Senilai 4,5 Milyar

“Cukuplah tanah yang diberikan gratis buat pembangunan Rumah Sakit Pratama, jangan teruskan lagi dengan tenaganya. Masa, Masyarakat Utara hanya menjadi penonton diatas tanah mereka sendiri,” ungkap politisi muda PDI perjuangan ini.

“Hasil investigasi, Kami menemukan kejanggalan pada proses perekrutan tenaga penunjang kesehatan,” tegasnya.

Lanjut, Vinsen,  Bahwa Proses perekrutan yang sudah dimulai dengan transparan, namun tidak diikuti dengan tahapan lain seperti seleksi tulis dan wawancara agar proses seleksi tersebut benar-benar profesional.

“Mencermati proses pembangunan Rumah Sakit Pratama Tana Li, Desa Tana Li, Kecamatan Wewaria, Kabupaten  Ende yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Ende, Pihaknya memberikan apresiasi atas kemajuan pembangunan Rumah Sakit Pratama tersebut yang kini sudah mulai masuk tahap aktif beroperasi, Namun perlu memperhatikan hal – hal teknis lainnya, sehingga tidak muncul polemik baru dikemudian hari,” pungkas Vinsen Sangu. (Damianus Manans)

Komentar Facebook