Beranda Bhayangkara Polisi Tangkap Oknum Guru Bertanam Ganja

Polisi Tangkap Oknum Guru Bertanam Ganja

95
0
RSUD Tobelo

Rejang Lebong, Bengkulu

Polisi menemukan ratusan batang ganja siap panen di sebuah perkebunan cabai di Dusun Bandar Agung, Desa Lubuku Alai, Kecamatan Sindang Beliti Ulu (SBU), Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, Sabtu (3/4/2021).

Pemilik ladang ganja yang ditumpang sari dengan cabai itu adalah seorang guru aktif berinisial BH (54).

BH merupakan guru di salah satu sekolah dasar (SD) di Kabupaten Rejang Lebong. Dalam penangkapan itu, polisi menemukan sekitar 400 batang ganja di perkebunan cabai yang dikelola oleh guru pegawai negeri sipil (PNS) tersebut.

“Pengungkapan penemuan kasus ladang ganja ini berawal dari informasi masyarakat,” kata Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Sudarno, lewat keterangan tertulis pada hari Minggu (04/04/2021).
Polisi menemukan ratusan batang ganja di sebuah perkebunan cabai di Dusun Bandar Agung, Desa Lubuku Alai, Kecamatan Sindang Beliti Ulu (SBU), Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.

“Setelah mendapat informasi dari masyarakat, personil Polsek Sindang Dataran langsung gerak cepat menuju tempat kejadian perkara (TKP). Akhirnya pada Sabtu pagi, petugas menemukan ratusan batang ganja,” kata Kombes Sudarno.

Selain itu, Sudarno juga mengatakan, pelaku dan barang bukti (BB) ratusan batang ganja itu dibawa ke Mapolres Rejang Lebong demi kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Rejang Lebong, Iptu Susilo menjelaskan, awal mula pelaku memiliki ratusan pohon ganja tersebut, pelaku menemukan biji dari ganja yang dikonsumsinya, pelaku menanam biji tersebut dan ternyata bisa tumbuh. Pelaku lalu melanjutkan menanam ganja tersebut. Selain mengonsumsi, pelaku juga menjual ganja yang ditanamnya tersebut.

Menurut Susilo, pelaku mengaku menanam ganja di sela-sela tanaman cabai untuk mengusir hama. Menurut tersangka, tanaman itu bisa mengusir hama yang menyerang cabai.

Pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka. Akibat perbuatannya, pelaku diancam dengan Pasal 111 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here