Beranda Bhayangkara Polres Karimun Beri Penghargaan Kepada Sang Penyelamat ABK Kapal China

Polres Karimun Beri Penghargaan Kepada Sang Penyelamat ABK Kapal China

41
0

Kapolres Karimun, AKBP M Adenan pimpin upacara pemberian penghargaan dan ucapan Terima Kasih kepada masyarakat nelayan yang telah membantu tugas kepolisian, di lapangan Mako Polres Karimun, Senin (08/06/2020).

Saya ucapkan terima kasih, apa yang dilakukan Bapak Azahar merupakan bentuk kepedulian masyarakat Kabupaten Karimun dalam rangka membantu tugas Kepolisian dalam memelihara Harkamtibmas. – Kapolres Karimun, AKBP M Adenan –

Karimun, Kepri | Penghargaan ini di terima oleh Tengku Azahar yang telah membantu menyelamatkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang sedang terapung-apung selama 7 Jam ditengah laut perairan Karimun.

Kapolres Karimun AKBP M Adenan menyampaikan terima kasih kepada Tengku Azahar yang telah membantu tugas Kepolisian di wilayah hukum Polres Karimun.

“Saya ucapkan terima kasih, apa yang dilakukan Bapak Azahar merupakan bentuk kepedulian masyarakat Kabupaten Karimun dalam rangka membantu tugas Kepolisian dalam memelihara Harkamtibmas,” ujar Kapolres.

Kendati demikian kata Adenan, ini merupakan suatu wujud nyata hubungan antara masyarakat dengan Polisi terjalin dengan baik di wilayah hukum Polres Karimun.

Senada disampaikan oleh Tengku Azahar, dirinya mengucapkan terimakasih kepada Polres Karimun yang telah memberikan penghargaan kepadanya.

“Kami berterima kasih kepada Polres Karimun yang telah memberikan penghargaan kepada kami, ini adalah suatu kebanggaan bagi kami dapat membantu tugas kepolisian,” ungkap Tengku Azahar

Diberitakan sebelumnya, Kedua ABK kapal cumi asal Indonesia yang bekerja pada kapal China diketahui masing-masing Andri Juniansyah (30) asal Sumbawa, NTB dan Renafi (22) asal Medan Sumatera Utara saat ditemukan terapung dalam kondisi lemas.

Dua orang pekerja asal Indonesia tersebut menagku mendapatkan penyiksaan saat melaut bersama kapal tangkap ikan Lu Qing Yuan Yu 213 asal negara China. Akibat mengalami kondisi tersebut, keduanya memilih untuk melompat ke laut karena tidak tahan atas siksaan yang mereka alami. (fli)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here