Beranda Bhayangkara Polres Sabang Tertibkan Kendaraan Siswa Berknalpot Blong Pembuat Bising

Polres Sabang Tertibkan Kendaraan Siswa Berknalpot Blong Pembuat Bising

78
0
Selamat Hari Jadi Kabupaten Sukabumi Yang Ke -151

Sabang, Aceh

Polisi Resort Sabang amankan puluhan Sepeda Motor (Septor) siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berknalpot blong dan bising. Pengamanan sejumlah kendaraan yang dinilai sangat mengganggu itu dilakukan oleh petugas Satlantas Polres Sabang, Kamis (14/01/21).

Terkait penertiban sejumlah kendaraan siswa SMA yang dilakukan Satlantas, Kapolres Sabang, AKBP Muhammadun, S.H., melalui Kasat Lantas, Iptu Alfi Syahril menjelaskan, sebanyak 26 unit sepeda motor diamankan, pasalnya akibat knalpot blong itu yang dianggap sangat mengganggu kenyamanan dan ketertiban.

Sepeda motor yang diamankan petugas Lantas Sabang, merupakan milik sejumlah siswa yang pada umumnya duduk dibangku SMA sederajat yang ada di Sabang.

“Kita amankan kendaraan-kendaraan tersebut setelah menerima laporan masyarakat, yang menilai sangat mengganggu akibat kebisingan suara sepeda motor yang berknalpot blong,” jelas Alfi Syahril.
Saat ini terangnya lagi, puluhan ranmor yang terjaring sudah diamankan di Polres Sabang, setelah Kasat Lantas turun langsung bersama anggotanya ke beberapa sekolah seperti SMUN I, MAN, SMKN dan SMUN II.

“Ada 26 unit yang diamankan dan rata-rata pada bagian knalpot sudah tidak standar lagi, seharusnya sesuai dengan idetifikasi STNK dan kepemilikannya, namun banyak yang sudah dimodifikasi,” terangnya lagi.

Lebih lanjut ditambahkan, kendaraan yang kedapatan tidak standar baru dapat diambil oleh pemilik setelah memenuhi sejumlah syarat diantaranya bukti kepemilikan dengan memasang kelengkapan sesuai standar.

“Kendaraan yang kedapatan tidak standar nanti baru bisa diambil kembali di Polres Sabang, setelah ada bukti kepemilikan STNK dan membawa onderdil standarnya, kita akan datangkan orang bengkel ke Polres Sabang,” sebutnya.

Diharapkan kepada pengguna kendaraan agar standar peralatan kendaraan, tidak hanya berlaku bagi siswa namun juga bagi seluruh warga Sabang, dengan wajib mematuhi peraturan berlalulintas. Agar tercipta ketentraman dan kenyamanan, baik untuk pengendara sendiri maupun orang lain.

“Pada hari ini baru kita amankan 26 unit, nanti kita akan koordinasi dengan guru, orangtua dan Kheuciknya (Kepala desa), karena apapun alasannya ini juga mengganggu lingkungan dan masyarakat umum. Dengan harapan dapat menjadi contoh, agar pengendara lainnya tidak memodifikasi sembarangan yang tidak sesuai standar kendaraan itu sendiri,” pungkasnya. (Jalaluddin Zky)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here