Beranda Polda PPKM Darurat, Akses Menuju Kota Surabaya Dari Sidoarjo Ditutup

PPKM Darurat, Akses Menuju Kota Surabaya Dari Sidoarjo Ditutup

64
0

Surabaya, Jatim

Pengendara kendaraan bermotor yang hendak masuk Kota Surabaya melalui Bundaran Waru dibuat kelimpungan oleh penutupan total yang dilakukan polisi. Mereka yang sebagian besar pekerja kantor di Surabaya namun berdomisili di luar Kota Surabaya, bingung saat tahu akses menuju kantor ditutup total.

Akibat penutupan ini, kemacetan kendaraan pun tak terhindarkan. Pantauan di lokasi, ratusan water barrier dibentangkan menutup jalan. Puluhan petugas Dinas Perhubungan dan anggota Kepolisian bersenjata lengkap melakukan penjagaan.

Penutupan total ini bukan tanpa sebab. Berdasarkan hasil evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat hari kelima, ternyata masih banyak pergerakan kendaraan yang hendak masuk ke Surabaya. Hal ini dikatakan Dirlantas Polda Jatim, Kombes Latif Usman. Dia mengatakan, kebijakan ini merupakan hasil evaluasi pihaknya di hari ke-5 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

“Bundaran Waru merupakan jalur yang dinilai menyebabkan terjadinya peningkatan dan penumpukan mobilitas pengendara selama PPKM Darurat, sehingga diputuskan jalur ini akan ditutup. Kami evaluasi hari ke lima, setelah hari pertama, kedua dan ketiga ada penurunan tapi belum signifikan sekali. Sehingga kami ambil langkah, inilah jalur yang menyebabkan kepadatan Surabaya,” kata Usman, Rabu (7/7/2021).

Dikatakan, kebijakan ini diambil dengan sangat terpaksa guna untuk menekan dan menghentikan mata rantai penularan Covid-19. “Ini kami ambil sangat terpaksa, karena memang situasi harus memaksa keadaan ini, untuk memutus mata rantai Covid-19,” ucap dia.

Jalur Bundaran Waru ini akan ditutup selama PPKM Darurat sampai 20 Juli mendatang. Dan jika ada kebijakan perpanjangan atau evaluasi, maka pelaksanaan penutupan juga bakal mengikuti. “Selamanya sampai masa operasi PPKM Darurat ini kami akan tutup, silakan masyarakat kalau tidak berkepentingan di rumah saja,” ucapnya.

Dijelaskan, bagi para pekerja dan masyarakat yang memiliki kepentingan mendesak ke Surabaya, Usman mempersilakan mereka untuk melintasi sejumlah jalur alternatif yang ada. “Kami mohon maaf sekali, dan kami pesan, masyarakat kalau memang tidak perlu
untuk lebih baik di rumah, kalau sangat perlu silahkan masih ada jalur alternatif, sehingga tidak terjadi penumpukan di Surabaya,” pungkas dia. (drg. H. Ang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here