Beranda Daerah Project Manager PT. Nindya Karya Temui DPN Lidik Krimsus RI Dan FW...

Project Manager PT. Nindya Karya Temui DPN Lidik Krimsus RI Dan FW – LSM Kalimantan Barat

94
0

Pontianak, KalbarĀ 

Tim Investigasi DPN Lidik Krimsus RI dan Forum Wartawan Lembaga Swadaya Masyarakat (FW-LSM) Kalimantan Barat, Adi Normansyah dan Syafarudin Delvin, SH., serta rekan-rekan awak media online dan cetak dihubungi oleh Project Manager (PM) Wilayah Kerja Kalimatan Barat PT. Nindya Karya, Johanes yang baru datang dari Jakarta, Senin (10/1/2022).

PM PT. Nindya Karya, Johanes tiba di kota Pontianak datang atas pemberitaaan media online dan cetak terkait pekerjaan Pelebaran Jalan Menuju Standar ruas Sekadau-Tebelian senilai Rp132 milyar. Johanes menghubungi Adi Normansyah melalui telepon seluler dan WhatsApp serta memperkenalkan diri kepada Adi Normansyah tim DPN Lidik Krimsus RI, bahwa dirinya Project Manager PT. Nindya Karya dan berkeinginan untuk bertemu dengan Adi Normansyah serta rekan-rekan media online dan cetak beserta ketua umum FW LSM Kalbar, Syafarudin Delvin, SH., terkait berita yang telah beredar luas di media sosial maupun link berita di google top news .
Setelah disepakati, pertemuan pun berlangsung di Jalan Agus Salim Kota Pontianak, di caffe Soedoet. PM PT. Nindya Karya perusahaan plat merah langsung membuka pembicaraan dengan awal bicara bahwa dirinya dihubungi oleh Prima Farel, ST., M.eng., Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Pekerjaan Jalan Nasional (BP2JN) Kalimantan Barat untuk menyelesaikan terkait pemberitaan yang viral di medsos oleh DPN Lidik Krimsus RI, FW LSM dan rekan-rekan media online dan cetak.

Johanes bercerita perihal adanya temuan tim investigasi DPN Lidik Krimsus RI serta FW LSM Kalbar di lapangan terkait kegiatan pekerjaan pelebaran jalan menuju standar ruas Sekadau-Tebelian yang terkontrak oleh PT. Nindya Karya, dengan nilai kontrak Rp 112.041.513.000,00 (Seratus dua belas milyar empat puluh satu juta lima ratus tiga belas ribu rupiah), dengan nomor kontrak : 12/PKS/HK/BB.20.6.2/2021.

Dari hasil temuan rekan-rekan, Johanes sangat berterimakasih sebelumnya telah dapat informasi dari rekan-rekan yang menjadi sosial kontrol terhadap pekerjaan tersebut, tetapi dirinya akan melihat langsung pekerjaan mortar (pasangan batu) untuk saluran di segmen 1 Sekadau-Tebelian sepanjang 3.5 km, karena sebelumnya dirinya berada di Jakarta karena sesuatu dan lain hal, dan belum melihat langsung pekerjaan tersebut.
Adi Normansyah dan rekan-rekan mempertanyakan penyerapan anggaran Tahun Anggaran 2021 yang terkontrak di bulan Agustus 2021 sesuai kerangka acuan kerja (KAK) atau Time Of Refrensi (TOR), apakakah sudah terserap sampai bulan Desember 2021 senilai kontrak. Johanes menjelaskan bahwa dirinya selaku PM sedang melakukan proses Addendum dan nilai yang terserap di TA 2021 berkisaran RP 22.000.000.000,00 (Dua puluh dua milyar rupiah), termasuk uang muka serta mobilisasi alat dan pekerjaan persiapan, dan telah dilakukan MC 0 dan fisik hanya senilai 2 % saja. Anggaran dipotong diperuntukkan penanganan banjir di Sintang Melawi beberapa waktu yang lalu.

Adi Normansyah beserta rekan mempertanyakan pekerjaan fisik yang ada di lokasi, pekerjaan tidak sesuai spek dan bestek untuk pekerjaan mortar (pasangan batu) untuk saluran, dengan memperlihatkan foto-foto pekerjaan yang ada di lapangan.

Johanes tidak membantah, itu terjadi karena dirinya tidak berada di lokasi pekerjaan saat berlangsung dan sudah diawasi oleh konsultan suvervisi serta tim BP2JN, bahkan surveyor PT. Nindya Karya juga berada di lokasi.

“Tapi anehnya, kenapa bisa terjadi pekerjaan yang tidak sesuai seperti itu ?,” tanya Adi.

Johanes mengatakan, akan dilakukan perbaikan maupun evaluasi kembali jika terjadi hal yang demikian, serta lokasi pasangan batu untuk saluran di segmen 1 perlu dilakukan kajian teknis terkait banyaknya permukiman serta lahan yang berdekatan bahkan masuk di areal halaman rumah penduduk.
Dan untuk segmen 2, pekerjaan sudah dilakukan galian dan timbunan Lapisan pondasi Bawah (LPB) di lokasi Kecamatan Sepauk sepanjang 13 km sampai batas jembatan Makung Kabupaten Sintang. “Total kegiatan pekerjaan kurang lebih 16.5 km sepanjang ruas Sekadau-Sintang untuk tahap awal TA 2021 dan baru dikerjakan di awal tahun 2022 dan ini tidak masalah,” ujar Johanes selaku PM PT. Nindya Karya.

Padahal menurut Adi Normansyah, tim investigasi dan rekan-rekan media serta FW LSM Kalimantan Barat Syafudin Delvin, SH., kontrak PT. Nindya Karya dengan Kementerian PUPR BP2JN Kalimantan Barat berkontrak di bulan Agustus 2021, nomor kontrak : 12/PKS/HK/Bb.20.6.2/2021. Jadi apa yang dilakukan PT. Nindya Karya pada bulan Agustus sampai dengan bulan Desember 2021, kenapa progres di lapangan bisa minus menurut pandangan rekan-rekan tim investigasi dan media online ?. Akan tetapi belum tentu minus menurut pandangan konsultan suvervisi serta Dirtek waslap dari BP2JN Kalbar, karena sesuatu yang tidak diketahui secara pasti oleh tim investigasi terkait administrasi yang terjadi di dalam ruang lingkup yang berkerja di kegiatan tersebut antara PT. Nindya Karya, konsultan surversi dan BP2JN Kalbar.

Ini adalah kewenangan birokrasi yang berada di lingkup kegiatan pekerjaan pelebaran jalan menuju standar ruas Sekadau-Tebelian Kalimantan Barat, walapun terjadi beda pandangan terhadap hasil investigasi, menurut Adi Normansyah dan Syafarudin Delvin, SH., progres penyerapan anggaran di TA 2021 yang dimulai dari bulan Agustus 2021 sampai dengan Desember 2021 dalam waktu 4 bulan harus bisa mencapai progres penyerapan anggaran sesuai yang dikeluarkan untuk uang muka dan persiapan pekerjaan apabila MC 0 %. “Mutual check nol persen terkait laporan dari semua item pekerjaan, dengan tujuan untuk mengetahui perbandingan antara volume kontrak kerja dengan kajian teknis atau hitungan teknis yang akan dilaksanakan tepat waktu,” imbuh Adi dan rekan-rekan kepada Johanes selaku PM PT. Nindya Karya.

Sampai berita ini diturunkan, tim DPN Lidik Krimsus RI Adi Normansyah serta FW LSM Kalimantan Barat Syafarudin Delvin, SH., bersama rekan-rekan media online, berusaha menghubungi Kasatker Ir. Marlin Ramli, namun belum ada respon untuk menanyakan perihal kegiatan tersebut di atas, bahkan PPK Prima Farel, ST., M.eng., menghubungi Project Manager PT. Nindya Karya untuk memberikan klarifikasi atau penjelasan kepada rekan-rekan yang menaikkan berita sebelumnya. (Adi N./Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here