Beranda Daerah Proyek Dinas Kesehatan Kapuas Hulu Bernilai Milyaran Mangkrak

Proyek Dinas Kesehatan Kapuas Hulu Bernilai Milyaran Mangkrak

629
0
RSUD Tobelo

Kapuas Hulu, Kalbar

Berawal dari laporan masyarakat Kecamatan Bunut Hulu yang berinisial Im, Jumat (26/11/2020), adanya bangunan puskesmas tidak selesai pembangunannya. Im menanyakan kepada Anggota Lidik Krimsus RI yang ada di Kapuas Hulu, sedangkan bangunan puskesmas ini anggarannya milyaran rupiah dan bersumber dari dana DAK Afirmasi tahun anggaran 2019 Kab. Kapuas Hulu Provinsi kalbar .

Dari kesemua bangunan puskesmas dan perumahan dinas serta pembangunan sarana prasarana air bersih, kami mrlihat bangunan ini tidak selesai pembangunannya, bahkan lokasi bangunan puskesmas, sarana prasarana air bersih, dan rumah dinas puskesmas, rumput sudah tinggi dan terkesan tak terawat.

Kemudian berdasarkan laporan tersebut, Tim Lidik Krimsus RI dan anggota Media Bhayangkara Utama turun ke lapangan. Berdasarkan hasil pantauan di lapangan yang diperoleh tim, dalam lokasi bangunan puskesmas itu ada 3 paket proyek pekerjaan, dibawah satker dari Dinas Kesehatan Kapuas Hulu.
Pembangunan puskesmas Bunut Hulu dengan anggaran sebesar Rp.8.499.975.161,81, dikerjakan oleh PT. Alam Raya Banuaka, sedangkan pembangunan rumah dinas puskesmas dengan anggaran sebesar Rp.1.799.850.773,11, dikerjakan oleh CV. Pelaksana Amanah Jaya Guna, dan pembangunan sarana prasarana air bersih dengan anggaran sebesar Rp.549.995.840,31, oleh CV. Anugrah Andalas.

Setelah dikonfirmasi kepada Camat Bunut Hulu, Edi mengatakan bahwa dirinya cuma memberi BA penyelesaian proyek pekerjaan untuk pembangunan rumah dinas,dan pembangunan sarana prasarana air bersih. “Untuk pembangunan Puskesmas Bunut Hulu sendiri, saya belum ngasih BA penyelesaian, karena memang pembangunannya belum selesai,” ujarnya. “Dan kenapa belum selesai, saya juga tidak tahu, seharusnya sudah selesai karena ini sudah akhir tahun 2020,” tambahnya.

Kami dan masyarakat Kec. Bunut Hulu sangat berharap, dengan alokasi anggaran yang cukup besar ini pemerintah daerah harus menggunakan anggaran dengan pembangunan yang maksimal karena uang yang digunakan adalah uang Negara, yang berarti masyarakat juga yang punya. Kami khawatir jika terus mangkrak dibiarkan saja, nantinya bangunan awal tidak bisa dimanfaatkan,” pungkas Edi.

Ketua DPP Lidik Krimsus RI, Elisabet Etarusni, meminta kepada Inspektorat Kabupaten Kapuas Hullu beserta Polres Kapuas Hullu untuk turun ke lapangan.”Berdasarkan laporan masyarakat, kasus proyek bangunan Puskesmas ini akan kami kawal terus,” cetusnya .
Pihak Kontraktor sampai berita ini terbit, tim sudah coba untuk konfirmasi meminta keterangan, namun beberapa kali tim Lidik Krimsus RI dan wartawan BU melakukan konfirmasi bahkan via WA, namun pihak kontraktor terkesan tertutup. (Simpuang/Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here