Beranda Daerah Proyek Misterius Pembangunan Gedung SLB Muhamadiyah Cepu Kabupaten Blora

Proyek Misterius Pembangunan Gedung SLB Muhamadiyah Cepu Kabupaten Blora

25
0

Blora, bhayangkarautama.com

Seringnya mengabaikan aturan pemerintah dalam pembagunan gedung sekolah terjadi lagi di wilayah Kabupaten Blora. Pemasangan papan informasi proyek pembangunan gedung sekolah yang seharusnya terpasang di depan proyek, tidak ditemukan papan informasi di bangunan proyek SLB Muhammadiyah Cepu, yang terletak dikelurahan Balun,Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Kegiatan pembangunan tersebut membuat warga disekitar lokasi bertanya – tanya terkait pembangunan proyek. Yang mana biasanya setiap ada kegiatan pembangunan seperti itu pasti ada papan informasi proyek yang memperlihatkan asal usul dana serta jumlah dana. Itu dikarenakan sekolah tersebut termasuk sekolah yang mendapatkan BOS dari pemerintah.

Pasalnya pengerjaan kegiatan proyek di sekolahan yang bertempat di Kelurahan Balun tersebut sendiri sudah berjalan hampir 1 bulan, akan tetapi belum terpasang papan informasi proyek tersebut. Hal itu membuat sorotan warga sekitar sekolah khususnya warga Desa Balun. Warga kelurahan beranggapan proyek tersebut diduga proyek misterius, dikarenakan tidak ada nya papan informasi proyek pembagunan di lokasi kegiatan.
“Pekerjaan proyek tanpa menggunakan papan informasi proyek, itu berindikasi sebagian dari trik untuk mengelabuhi warga masyarakat Kelurahan Balun dan Yayasan Muhammadiyah Cepu, agar tidak termonitoring berapa besar biaya serta berasal dari mana sumber dana proyek tersebut,” ungkap salah satu warga Desa Balun yang tidak mau disebutkan namanya, kepada awak Media saat di lokasi kegiatan proyek pembangunan gedung.

Sementara pihak wali murid, komite dan guru di SLB Muhammadiyah Cepu, saat ditanya terkait kegiatan pekerjaan bangunan hanya diam dan tidak tahu tentang biaya dan sumber dana pembagunan proyek tersebut.

Menurut aturan pemerintah, sesuai amanah Undang-undang keterbukaan publik (KIP) No. 14 tahun 2008 dan Perpres no 54 tahun 2010 dan nomor 70 tahun 2012 mengatur setiap pekerjaan fisik, bangunan yang dibiayai negara diwajibkan mengunakan papan informasi proyek.

Apalagi sekolah yang sudah mendapatkan dana BOS diwajibkan mengunakan papan informasi proyek, yang ada di lingkungan sekolah yang siswanya dibiayai uang negara, diwajibkan menggunakan papan informasi proyek pembangunan.
Pemasangan papan nama proyek merupakan implementasi azas transparansi, sehingga warga sekitar dan yayasan sekolah tersebut bisa mengawasi uang yang digunakan untuk membangun gedung tersebut.

Saat ditemui oleh awak media di lokasi proyek sekolahan tersebut, Kepala Sekolah ibu Anif membenarkan adanya kegiatan pembangunan di lingkup sekolahan. Serta mengatakan bahwa pembangunan tersebut mengunakan dana pribadi sekolahan.

Ironisnya lagi, dari pihak wali murid dan komite sekolah tidak diajak berkoordinasi saat akan membangun gedung tersebut.

Harapan warga sekitar lokasi proyek adalah pihak kepala sekolah dan Yayasan selaku yang mempunyai wewenang harus transparan terkait pembiayaan pembagunan sekolahan tersebut, agar memberikan contoh yang baik untuk sekolah yang lain. (Jkp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here