Beranda Daerah Proyek Pelebaran Jalan Menuju Standar Ruas Sekadau-Tebelian TA 2021 Terkesan Asal-Asalan

Proyek Pelebaran Jalan Menuju Standar Ruas Sekadau-Tebelian TA 2021 Terkesan Asal-Asalan

157
0

Pontianak, Kalbar

Tim DPN Lidik Krimsus RI hubungan antar lembaga, Adi Normansyah bersama FW LSM Kalimantan Barat, Syafarudin Delvin, SH., dan rekan-rekan media online serta cetak, kembali menginvestigasi serta meninjau lokasi pekerjaan pelebaran jalan menuju standar ruas Sekadau-Tebelian senilai Rp132 milyar yang dikerjakan Perseroan Terbatas milik BUMN, PT. Nindya Karya dengan nilai kontrak Rp.112.041.513.000,00., (Seratus dua belas milyar empat puluh satu juta lima ratus tiga belas ribu rupiah) dengan nomor kontrak : 12 / PKS / HK / Bb20.6.2/ 2021, pada Rabu (5/1/2022).

Tim investigasi hubungan antar lembaga DPN Lidik Krimsus RI, Adi Normansyah dan FW LSM Kalimantan Barat bersama rekan-rekan awak media online serta cetak menuju lokasi pekerjaan yang dikerjakan PT. Nindya Karya yang berkontrak di BP2JN (Balai Pelaksanaan Pembangunan Jalan Nasional) Kalimantan Barat, Kementerian PUPR.

Foto : tidak ada rambu-rambu Safety line, garis pembatas K3

Tim investigasi DPN Lidik Krimsus RI hubungan antar lembaga serta rekan-rekan bersama FW LSM Kalbar, saat tiba di lokasi pekerjaan dengan menempuh perjalanan kurang lebih 6 jam, tiba di Kabupaten Sekadau, tepat di station awal 0 + 000 di Simpang Kayu Lapis, Kabupaten Sekadau. Menurut data yang ada di dokumen pemilihan dan dokumen kualifikasi, tertera awal proyek di (station) sta 15 + 400 = KM PTK 325.46 atau sta 0+000. Akhir proyek di STA 60 + 100.

Data yang didapat dari dokumen pemilihan di LPSE BP2JK (Balai Pelaksanaan Penyedia Jasa konstruksi), sebelum dilakukan review design atau rekayasa ulang setelah berkontrak dengan PT. Nindya Karya, pelaksanaan pekerjaan di Tahun Anggaran 2021 hanya 3,5 Km dan di TA 2022 13 KM. Total penanganan pekerjaan 16.5 KM .BM.16. STA. 16+000. Simpang Kayu Lapis BM.17. STA. 17+000.

Depan Kantor Desa Gonis Tekam dan Akhir Proyek STA. 18+900 = KM.PTK 328.96. Ini adalah ruas yang akan dilaksanakan sebelum adanya perubahan titik penujukan lokasi (Penlok) dengan anggaran Rp 30 milyar (tiga puluh milyar rupiah) sampai dengan bulan Desember 2021 berakhir anggaran yang dilaksanakan pada tahap awal.

Foto : Pasangan batu pada saluran tidak leveling sera center line

Tim menemukan papan rambu di ruas kurang lebih sepanjang 600 meter sebelum Simpang Kayu Lapis degan tulisan SEGMEN 1 bertulisan 40 dalam lingkaran merah proyek pelebaran jalan menuju standar ruas Sekadau-Tebelian. Dari hasil monitoring dan investigasi pekerjaan di lapangan, tim melihat pekerjaan saluran yang menggunakan pasangan batu di ruas awal station pada DMJ ( Daerah Milik Jalan) pada pelebaran badan jalan. Akan tetapi tim tidak menemukan pekerja atau pelaksanaan pekerjaan di lokasi saat tim meninjau lokasi tersebut.

Dalam melakukan peninjauan lokasi pekerjaan, tim melihat langsung hasil pekerjaan-pekerjaan secara visual teknis dan justifikasi teknis. Menurut Adi Normansyah selaku tim investigasi DPN Lidik Krimsus RI hubungan antar lembaga serta tim yang pernah bekerja di konsultan perencanaan dan dibidang konstruksi serta menjadi ketua asosiasi kontraktor di Kalimantan Barat, pasangan batu pada pekerjaan saluran yang dikerjakan PT. Nindya Karya melalui subkon (subkontraktor) tidak sesuai dengan kualifikasi teknis konstruksi. Dalam hal ini tim tidak mengetahui secara detail karena tidak dapat menemui pengawas lapangan atau pekerja di lapangan. Tim mencari kantor basecamp PT. Nindya karya, tidak menemukan di sekitar permukiman dan mencari papan plank proyek juga tidak ditemukan di sepanjang ruas STA (station) di lokasi pekerjaan.

Tim melihat pada pasangan batu yang diperuntukkan saluran di kanan dan kiri badan jalan yang merupakan pekerjaan minor, juga menemukan kurangnya K3 (keselematan dan kesehatan kerja), rambu-rambu safety line garis pembatas sebagai rambu untuk pengguna jalan agar berhati-hati saat melintas di ruas jalan yang sedang berlangsung kegiatan proyek. K3 juga diperuntukkan untuk para pekerja atau buruh harian yang berkerja di kegiatan tersebut, yang berlangsung pada jam-jam tertentu, sampai kegiatan harian berlangsung maupun penyimpanan MOS (Material Om Set) dimana tempat penyimpanan berada di pinggir jalan, tempat dimana kegiatan berlangsung karena ruang lingkup kegiatan berada di DMJ (Daerah Milik Jalan).

Gbr. Type saluran sesuai lokasi segmen yang diperuntukkan

K3 sangat penting karena termasuk dalam anggaran pekerjaan proyek tersebut dan menjadi syarat personil manajerial K3 (Tenaga ahli K3) di dalam penawaran pekerjaan, sehingga mutlak dan harus dilakukan. Ini salah satu temuan di lapangan.

Pekerjaan pasangan batu untuk saluran pada pekerjaan tahap awal di STA (station) awal proyek pelebaran jalan menuju standar ruas Sekadau-Tebelian terkesan tidak profesional, karena jauh dari spesifikasi maupun bestek yang disyaratkan. Padahal pasangan batu, menurut Adi Normansyah adalah konstruksi sederhana jika melihat gambar rencana yang tertera di dokumen lelang LPSE BP2JK Kalimantan Barat, tetapi pelaksana kegiatan sepertinya kurang faham atau tidak mengerti pekerjaan pasangan batu untuk saluran. Di lapangan tidak ditemukan lantai kerja maupun pasangan batu untuk lantai saluran. Sangat disayangkan hal ini terjadi, padahal Kasatker maupun PPK .Ir Marlin Ramli dan Prima Farel, ST., M.eng., sebagai penanggung jawab pekerjaan selain konsultan pengawas, dimana peran serta Site Engineering selaku orang atau personil teknis yang mengawasi pekerjaan saat berlangsung di lokasi pekerjaan.

Ttim juga melihat di segmen 3 atau 4 yang berada di dekat simpang Kecamatan Tempunak menuju Kecamatan Sepauk terdapat pekerjaan pelebaran jalan dengan konstruksi LPB (Lapisan pondasi Bawah) dan LPA (Lapisan pondasi Atas), dan sedang berlangsung kegiatan serta terdapat alat berat excavator maupun vibro terparkir di pinggir jalan.

Foto : Tidak ada lantai saluran, hanya dihampar campuran biasa tanpa sesuai bestek

Kalau melihat di lokasi sepertinya pekerjaan masih berlangsung hingga hari Rabu tanggal 5 Januari 2022, padahal anggaran tahap awal Rp30 milyar yang terkontrak pada bulan Agustus 2021. Tim investigasi berserta FW LSM Kalbar melihat bobot pekerjaan atau progres pekerjaan dengan anggaran milyaran rupiah, kenapa hanya sedikit ruas yang dikerjakan dengan titik spot-spot di beberapa Sta (station). Tim menilai adanya indikasi penyimpangan maupun ada indikasi tidak terselesainya pekerjaan tahap awal pekerjaan pelebaran jalan menuju standar ruas Sekadau-Tebelian.

Sampai berita ini diterbitkan secara online maupun cetak, tim DPN Lidik Krimsus RI serta FW LSM Kalbar bersama rekan-rekan awak media mencoba mencari keberadaan direksi keet atau basecamp PT. Nindya Karya maupun camp pekerja, tidak di temukan di lapangan karena tidak ada kontak person yang dapat dihubungi. Hanya bisa memberitahukan Kasatker Ir. Marlin Ramli bahwa tim investigasi bersama FW LSM serta rekan-rekan media online dan cetak berada di lokasi melalui pesan whatsApp, tetapi tidak ada jawaban atau balasan. (DPN Lidik Krimsus RI & tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here