PTPN IV Maafkan Pelaku Pencurian Sawit, Diselesaikan Secara Restorative Justice

0
23

Salah satu pelaku pencurian sawit di Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut), mengaku kapok melakukan perbuatan tersebut. Boby Dermawan (31), mengakui perbuatannya itu karena faktor ekonomi.

Simalungun, Sumut | Boby kini merasa lega karena perkaranya diselesaikan secara restorative justice (RJ). Dia bersama 69 tersangka lainnya diberikan sanksi membersihkan tempat ibadah berkat penuntasan perkara melalui RJ.

“Kami lakukan itu Pak karena memang kebutuhan ekonomi, memang di rumah betul-betul susah Pak. Jadi kami berterimakasih banyak kepada pihak PT. Perkebunan Nusantara IV yang telah kami rugikan, kami minta maaf dan terimakasih banyak sudah mau memaafkan kami pak,” ujarnya di Polsek Tanah Jawa, Selasa (5/09/2023).
Menurutnya, perbuatan itu baru pertama kali dilakukannya. Ia pun bersyukur PT. Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) sudah bersedia berdamai melalui restorative justice.

“Jujur, ini baru pertama kali saya lakukan karena memang keadaan di rumah memang betul-betul butuh bantuan makan,” tuturnya.

Ia menyampaikan, tiga tandan sawit yang dia curi bahkan belum sempat dijual. Namun, ia telah berencana menggunakan uang hasil penjualan sawit curian itu untuk membeli beras dan biaya pengobatan orangtuanya.
“Kebetulan untuk membantu biaya beli beras di rumah dan kebetulan kemarin saya melakukan itu, di rumah memang benar-benar orangtua saya lagi sakit keras Pak, jadi butuh biaya untuk berobat,” ungkap Boby.

Sebagaimana diketahui, Restorative Justice menjadi program prioritas Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. Kapolri menekankan penanganan kasus dengan pendekatan, restorative justice merupakan langkah untuk mengikuti dinamika perkembangan dunia hukum yang mulai bergeser dari positivisme ke progresif untuk memenuhi rasa keadilan masyarakat.

Menurut Kapolri, hal itu merupakan prinsip utama dalam keadilan restoratif, yakni penegakan hukum yang selalu mengedepankan pemulihan kembali pada keadaan semula, dan mengembalikan pola hubungan baik dalam masyarakat.
(AN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here