Beranda Daerah Pupuk Subsidi Diduga Dijual Diatas HET Di Desa Kutambaru Kabupaten Karo

Pupuk Subsidi Diduga Dijual Diatas HET Di Desa Kutambaru Kabupaten Karo

61
0

Tanah Karo, Sumut

Pupuk bersubsidi dari pemerintah diduga dijual diatas harga eceran tertinggi (HET) di Desa Kutambaru, Kecamatan Munte, Kabupaten Karo, Prov. Sumatera Utara.

Hal itu terungkap dari keterangan yang diterima dari beberapa warga petani di desa itu yang juga merupakan anggota kelompok tani (koptan) setempat.

Seperti yang dikatakan bererapa orang anggota koptan Payalancing, Gumbelin dan koptan Siangkaan yang minta namanya tidak disebutkan, mengatakan bahwa baru-baru ini mereka ada menerima pupuk Urea dan Phonska masing-masing 4 zak, dengan harga tebus sebesar Rp 1.400.000 (satu juta empat ratus ribu rupiah). Artinya kalau dibagi rata maka harga per zak senilai Rp 175.000 (seratus tujuh puluh lima ribu rupiah), padahal HET yang ditetapkan pemerintah untuk pupuk Urea Rp 112.500 sedangkan Phonska Rp 115.000 per zak.
Ketua koptan Siangkaan, Lendra Sinulingga dan ketua koptan Buahleweh, Eddy Ginting saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Senin (18/4/2022) mengatakan bahwa harga tebus 4 zak pupuk Urea dan 4 zak Phonska seharga Rp 1.080.000 (satu juta delapan puluh ribu rupiah), yang artinya kalau dibagi rata menjadi Rp 135.000 (seratus tiga puluh lima ribu rupiah) per zak.

Sementara pemilik kios UD. Primsa di Desa Kutambaru, Arlando Sembiring yang dipercaya sebagai kios pengecer pupuk bersubsidi di wilayah itu yang juga dihubungi melalui telepon selulernya mengatakan, pihak kios UD. Primsa Desa Kutambaru selaku kios pengecer pupuk subsidi mengaku mejual pupuk subsidi sesuai HET yang ditetapkan.

“Kalau pun ada harga tambahan, hal itu dilakukan sesuai hasil musyawarah dengan kelompok tani,” ujar Arlanda Sembiring, seraya menambahkan agar wartawan mengangkat berita tentang sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi karena itu yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.
“Kalau soal harga tidak ada masalah di desa kita, bagi petani yang penting pupuk tersedia,” ujar Arlando, seakan senang dengan harga tebus pupuk bersubsidi melebihi HET yang ditetapkan pemerintah.

Sesuai Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) nomor 49 tahun 2020 tentang alokasi dan HET pupuk bersubsidi sektor pertanian, ditetapkan bahwa HET untuk pupuk Urea Rp 112.500/zak (50kg), pupuk NPK Rp 115.000/zak (50kg), pupuk ZA Rp 85.000/zak dan organik Granul Rp 800/kg.

Sesuai dengan data yang berhasil dihimpun media ini, kios pupuk Primsa Kutambaru melayani sebanyak 19 koptan dengan jumlah anggota sekitar 600 KK.

Harga tebus pupuk subsidi tidak tertutup kemungkinan sama terjadi di kios-kios pengecer di Kecamatan Munte, sehingga instansi terkait diminta turun ke lapangan untuk meminimalisir penyimpangan HET pupuk bersubsidi yang merugikan petani di Kabupaten Karo. (Percaya Sembiring)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here