Beranda Daerah Rajin Berkunjung Ke NTT, Tetapi Mengapa Jokowi Belum Ke Ende ?

Rajin Berkunjung Ke NTT, Tetapi Mengapa Jokowi Belum Ke Ende ?

51
0

Ende, NTT

Rajin kunjung ke NTT, tapi Jokowi belum ke Ende, Mengapa?. Pertanyaan ini tentu harus perlu dijawab dan kemudian siapa yang harus menjawabnya ?. Warga masyarakat Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menunggu jawabannya atas pertanyaan ini.

Dalam sejarah kepemimpinan di negeri ini, Presiden Republik Indonesia (RI), Ir. Jokowi Dodo adalah Presiden yang paling rajin berkunjung ke Provinsi NTT. Hingga kini dalam catatan media ini, kurang lebih sudah 20-an kali Jokowi mengunjungi warga NTT di sejumlah kabupaten baik di wilayah pulau Timor, pulau Sumba maupun pulau Flores. Untuk pulau Flores wilayah yang paling banyak dikunjungi Jokowi yakni di kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Labuan Bajo, sebagai daerah yang menyimpan segudang obyek wisata terutama binatang purba Komodo yang memang hanya ada disana.

Walau sudah berulang kali ke Flores, Presiden Jokowi sama sekali belum pernah menginjakan kakinya di Ende. Pasti muncul banyak pertanyaan dibenak kita semua. “Mengapa Jokowi tidak menjadikan Ende sebagai pijakan pertama berkunjung ke NTT”. Atau mengapa Presiden Jokowi tidak menjadikan Ende sebagai pijakan pertama saat berkunjung ke Flores ?.
Seperti kita ketahui bersama, Ende sebuah kota bersejarah. Daerah dimana Presiden RI pertama, Ir. Soekarno diasingkan. Di Ende Soekarno merumuskan butir-butir Pancasila sebagai Dasar Negara kita saat ini.

Adapun jawaban sederhana atas pertanyaan-pertanyaan tersebut yakni, karena Jokowi belum ada agenda atau belum ada hal penting yang mendorongnya harus ke Ende, seperti dilansir dalam YouTube suaraflores.com.

Penelusuran media ini melalui Google, sejauh ini belum ada informasi atau media yang merilis Presiden Jokowi akan ke Ende.

Beberapa tahun lalu, mantan Bupati Ende, Ir. Marsel YW. Petu berjuang untuk mengundang Presiden Jokowi. Hal itu dilakukan Alm. Bupati Marsel agar Jokowi memimpin apel tepat pada Hari Lahirnya Pancasila (1 Juni) di Ende. Kehadiran Jokowi bagi Alm. Bupati Marsel untuk menetapkan Bulan Soekarno. Namun sampai saat ini Jokowi belum ke Ende.
Yah memang belum ada. Jadi jangan paksa Jokowi harus ke Ende yah.
Disisi lain banyak warga berharap agar Jokowi mengalokasikan anggaran yang besar untuk pembangunan di kota yang dinobatkan sebagai “Kota Pancasila”. Pembangunan infrastruktur, tempat-tempat bersejarah harus ditata sebaik mungkin. Begitu juga jalan Trans Utara Flores. Walau merupakan jalan provinsi, namun harus tetap mendapat perhatian serius dari Presiden.

Lebih dari itu ada juga yang kritis dan berkomentar begini bahwa, sesungguhnya jika Presiden Jokowi hendak membangun NTT, maka Jokowi harus memulai dari Ende. Hal itu dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang, terutama Soekarno. Seperti dahulu menurut mantan Bupati Marsel Petu, Ende adalah Kota bersejarah. Melalui perjuangan Ir. Soekarno pada masa penjajahan, di Ende-lah Soekarno melahirkan butir-butir Pancasila.

Ir. Soekarno sebagai Presiden pertama RI dibuang dan diasingkan oleh Belenda di Ende selama 4 (empat) tahun terhitung sejak tahun 1934 hingga tahun 1938. Di Ende Soekarno tinggal di sebuah rumah sederhana tepatnya di jalan Perwira, Kelurahan Kota Raja, Kecamatan Ende Utara dan sampai saat ini rumah tersebut masih ada, dijaga dan dirawat. Untuk itu, Presiden Jokowi harus membangun Ende lebih maju dari saat ini dan harus mengagendakan untuk berkunjung ke Kota Ende yang dijuluki sebagai Kota Pancasila.

Demikian sahabat informasi ini kami kabarkan untuk anda dari hasil diskusi bersama dengan sejumlah warga Ende beberapa waktu lalu ketika Jokowi melakukan kunjungannya Ke-Kupang pada Rabu (23/3/2022) malam. (Damianus Manans)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here