Beranda Daerah Rawan Banjir, Pemkab Ende Diminta Segera Pasang Bronjong Di Bantaran Sungai Wolowona...

Rawan Banjir, Pemkab Ende Diminta Segera Pasang Bronjong Di Bantaran Sungai Wolowona Nanganesa

38
0
Selamat Hari Jadi Kabupaten Sukabumi Yang Ke -151

Ende, NTT

Warga Desa Nanganesa meminta perhatian serius pemerintah terutama Dinas PUPR Kabupaten Ende, agar segera membangun bronjong penahan banjir sepanjang bantaran sungai Wolowona.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya pengikisan tanah (lahan) milik warga ketika terjadi banjir, karena Daerah Aliran Sungai (DAS) tersebut tidak semua ada pengaman kali atau bronjong yang mengakibatkan setiap musim hujan tiba selalu terjadi banjir yang dapat mengancam keselamatan warga.

Warga meminta perhatian pemerintah untuk mengambil tindakan tegas dan melarang warga untuk tidak lagi mengambil material batu dan pasir di sekitar lokasi tersebut dan segera memasang bronjong.

Warga desa Nanganesa, Karel Sawi kepada Bhayangkara Utama, Kamis (26/08/2021) mengatakan, warga Desa Nanganesa yang bermukim di sekitar tepi Kali Wolowonan Nanganesa merasa tidak nyaman dan sangat khawatir dan takut apabila terjadi banjir besar. Menurut Karel Sawi, selama ini sering terjadi luapan air yang terus masuk ke pemukiman warga dan terus mengikis tanah di sekitar pemukiman tersebut. Warga menginginkan agar segera dibangun bronjong dan normalisasi kali, karena menurut Karel Sawi, dengan membangun bronjong dan normalisasi berarti pemukiman warga sekitar dapat terhindar dari ancaman banjir.
Warga menginginkan agar segera dibangun bronjong penahan banjir dan normalisasi kali. Karena pengalaman setiap kali musim penghujan, Kali Wolowona ini sering terjadi banjir besar.

Permintaan warga Nanganesa untuk dibangun bronjong dan normalisasi ini sudah sering disampaikan ke pemerintah desa pada saat Musrenbangdes dan mengajukan ke Musrenbangcam dan Musrenbangkab. Menurut Karel Sawi, di tahun 2020 yang lalu ada pembangunan bronjong sepanjang 50 meter dan ia berharap dapat dilanjutkan pada tahun 2021 ini.

Selain meminta dibuatkan bronjong dan melakukan normalisasi kali, warga juga meminta pemerintah untuk membuat Peraturan Desa (Perdes) yang melarang siapapun mengambil batu dan pasir di sekitar DAS, karena menurut warga kondisi kali Wolowona Nanganesa saat ini tebingnya sudah semakin tinggi. Seperti yang terjadi di belakang Stadion Marilonga Wolowona dan di belakang PDAM yang terus menerus terkikis air, sehingga rawan longsor dan membahayakan pemukiman warga.

Menanggapi permintaan warga tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Pengairan Dinas PUPR Kabupaten Ende, Sinta Sare bersama tim pengawas lapangan yakni Ardy Gokok bersama rekan- rekanya langsung melakukan survey dan melihat dari dekat kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) tersebut.

Di lokasi bantaran sungai (kali) Wolowona, kepada Bhayangkara Utama, Kabid Pengairan, Sinta Sare, mengatakan, terkait dengan permintaan atau harapan dari warga tersebut akan ditindaklanjuti tahun ini juga, mengingat DAS ini cukup rawan dan menjadi langganan banjir setiap tahun apabila musim penghujan tiba.

Selain itu pihaknya berharap, ada kesadaran warga sekitar untuk tidak lagi menggali batu dan pasir di sekitar DAS tersebut. (Dami M.)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here