Beranda Daerah Rembang Migas Energi Siap Bagikan Kuosioner Ke Lima Desa Di Ring Satu

Rembang Migas Energi Siap Bagikan Kuosioner Ke Lima Desa Di Ring Satu

49
0
Zaenul Arifin, Direktur PT. Rembang Miga Energi
RSUD Tobelo

Rembang, Jateng

Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Rembang Migas Energi (RME), berencana mengusulkan jaringan gas ke rumah-rumah penduduk, untuk desa-desa ring 1 sekitar sumur gas Krikilan Kecamatan Sumber.

Direktur PT. RME, Zaenul Arifin, Kamis (01/4/2021) menuturkan, pihaknya akan membagikan kuosioner/selebaran survei terlebih dahulu kepada masyarakat di sekitar sumur gas. Hal itu untuk mengetahui gambaran, respon warga menyangkut rencana tersebut. “Kalau kita buat jaringan gas, warga senang atau tidak. Intinya begitu Kuosioner paling tidak kita bagi ke lima desa di ring 1. Data penting, biar kalau ada yang menghalangi, saya bisa langsung buka data,” ungkapnya.

Zaenul menambahkan, saat ini ada perubahan regulasi soal jaringan gas. Jika dulu pemerintah menugaskan kepada BUMN seperti Perusahaan Gas Negara (PGN) atau Pertamina, sekarang lebih fleksibel, bisa melibatkan kerjasama antara badan usaha dengan BUMN. “Saya lagi sounding-sounding dengan pihak Jakarta,” kata pria asli Desa Sawahan, Rembang ini.

Ia berharap, nantinya terbentuk sebuah perusahaan, yang merupakan gabungan dari PT. Rembang Migas Energi selaku BUMD, Pertamina/PGN selaku BUMN dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). “Lima desa di ring 1 sepakat bentuk satu BUMdes, kemudian bergabung dengan BUMD dan BUMN. Perusahaan itu nanti yang mengelola. Desa dilibatkan, biar ada keterikatan dan merasa memiliki,” imbuhnya.

Ia mengibaratkan seperti PDAM yang melayani air, kelak usaha tersebut secara khusus menangani pelayanan jaringan gas. Ia membandingkan kalau skala rumah tangga, sebulan menghabiskan gas elpiji, dengan pengeluaran rata-rata Rp 100 ribu. Setelah jaringan gas masuk rumah, diharapkan akan lebih hemat pada kisaran angka Rp 60 ribu.

Menurut Zaenul, paket jaringan gas untuk 4 ribu sambungan rumah, nilai anggarannya Rp 200 – 250 Miliar. Anggaran akan ditopang oleh pemerintah pusat, ini murni dari APBN. “Jadi setelah kuosioner warga terkumpul, arahnya kok menyetujui, ya akan langsung kami ajukan ke pusat. Semoga bisa dilancarkan,” ungkapnya.

Lalu pasokan gas ke rumah diambilkan dari mana ? Ia memastikan sumur gas Krikilan masih mencukupi untuk menyuplai. Contoh terdekat, warga di Kabupaten Blora sudah menikmati jaringan gas. Hanya saja Zaenul menyebut, di Blora belum mencapai 4 ribuan sambungan rumah. (Tgh/Sgt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here