Beranda Daerah Rumpon Milik Para Nelayan Di Kabupaten Ende Hilang Di Sapu Arus Gelombang...

Rumpon Milik Para Nelayan Di Kabupaten Ende Hilang Di Sapu Arus Gelombang Laut

278
0
Selamat Hari Jadi Kabupaten Sukabumi Yang Ke -151

Warga Ndori, Kecamatan Ndori Kabupaten Ende, Mengancam akan melakukan pemboman ikan di laut apabila pemerintah tidak segera membantu para nelayan yang kehilangan rumpon (salah satu jenis alat bantu penangkapan ikan yang dipasang dilaut, red) akibat di sapu gelombang laut beberapa hari lalu, meskipun pemboman ikan dilarang keras oleh Pemerintah.

Kalau Pemerintah Kabupaten Ende belum bisa membantu para nelayan, maka tidak menutup kemungkinan nelayan akan melakukan pemboman untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari, sedangkan pemboman itu dilarang keras oleh pemerintah. – Yusril Fowo Repa, S. Sos, Politisi PKS, Tokoh Muda Ndori –

Ende, NTT | Pernyataan tegas ini disampaikan oleh salah seorang tokoh muda asal Ndori, Kabupaten Ende, Yusril Fowo Repa, S. Sos, via telepon kepada Bhayangkara Utama langsung dari Kabupaten Nagekeo.

Lanjut Yusril, Dirinya mendapat laporan dari warga Ndori, Bahwa ada 4 (empat) Rumpon nelayan di Kecamatan Ndori disapu gelombang besar.

“Para nelayan kini mengalami kerugian yang tidak sedikit akibat cuaca buruk pada hari Jumat (29/05/2020I lalu. Selain tidak bisa melaut, Rumpon mereka semuanya hilang tersapu air laut,” ungkap Yusril yang juga Politisi PKS ini.

Peristiwa kehilangan Rumpon banyak dialami oleh nelayan di wilayah Kecamatan Ndori. Rumpon yang dipasang dengan kedalaman laut antara 700 hingga 800 meter tersebut hanyut tersapu air laut yang cukup kencang. Sisa-sia rumpon dibawa air laut hingga ditemukan oleh nelayan di Kecamatan Paga Kabupaten Sikka.

Rumpon nelayan yang dibawa arus air laut itu bukan atas bantuan pemerintah, tetapi usaha nelayan setempat. Biaya pembuatan 1 (satu) rumpon kurang lebih Rp 32 juta. Biaya termahal itu pada tali tambang sebagai pengikat rumpon dan rakit. Panjang tali tambang yang digunakan disesuaikan dengan kedalaman rumpon yang di tempatkan.

Sementara saat ini nelayan di wilayah Kecamatan Ndori susah untuk mendapatkan kebutuhannya sehari-hari karena semua rumponya tersebut sudah disapu air laut.

Dengan situasi pandemi akibat wabah covid-19 saat ini, nelayan semakin susah untuk memenuhi kebutuhan. Kami minta pemerintah kabupaten Ende untuk membantu rumpon untuk nelayan di sekitar kecamatan Ndori.

“Kalau Pemerintah Kabupaten Ende belum bisa membantu para nelayan, maka tidak menutup kemungkinan nelayan akan melakukan pemboman untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari, sedangkan pemboman itu dilarang keras oleh pemerintah,” ungkap, Yusril Fowo Repa.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Ende dari Dapil Kecamatan Ndori, Hasbullah Mberu, saat dihubungi media ini via telepon di Ende mengatakan, Secara pribadi dan kelembagaan pihaknya sudah mengetahui dan mendapat laporan dari masyarakat terkait hilang dan rusaknya rumpon milik para nelayan.

“Tidak saja rumpon milik warga atau para nelayan di Kecamatan Ndori, Tetapi juga rumpon milik para nelayan di Kecamatan Pulau Ende, Kabupaten Ende juga mengalami hal yang sama, yaitu Rumpon hilang dan rusak akibat disapu gelombang beberapa hari yang lalu,” ungkap Hasbullah, politisi PKS tersebut.

Terkait dengan musibah yang dialami para nelayan dari dua Kecamatan tersebut, Hasbullah mengatakan, Tentunya pihak Pemerintah dan DPRD akan memperhatikan hal tersebut, Namun saat ini Pemerintah dan DPRD masih fokus menangani masalah Global yaitu masalah penyebaran Covid-19. Apalagi dimasa Pandemi seperti saat ini, banyak hal yang harus ditangani.

“Menyangkut dengan keluhan para nelayan saat ini, Tentunya Pemerintah dalam hal ini, Desa, Kelurahan dapat memanfaatkan Dana Desa (DD) untuk membantu masyarakat,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here