Beranda Bhayangkara Sambutan Kapolres Serang Dalam FGD Rembugkan Obrolan Tentang Indonesia

Sambutan Kapolres Serang Dalam FGD Rembugkan Obrolan Tentang Indonesia

46

Kepolisian Resort (Polres) Serang, selenggarakan Forum Group Discussion (FGD) Rembugkan Obrolan Tentang Indonesia (ROTI), dengan tema “Pentingnya Kerukunan Umat Beragama Dalam Menanggulangi Faham Radikalisme” pada salah satu hotel di Kecamatan Cikande, Provinsi Banten, Jum’at (20/12/2019).

Banten | Pada kesempatan tersebut, Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan, dalam sambutannya mengatakan, radikalisme adalah suatu ideologi gagasan atau paham dengan cara ingin melakukan perubahan pada sistem sosial dan politik dengan menggunakan cara cara kekerasan atau ekstrim.

Radikalisme sering dikaitkan dengan terorisme karena kelompok radikal dapat melakukan cara apapun agar keinginannya tercapai termasuk meneror pihak yang tidak sepaham dengan mereka.

“Walaupun banyak yang mengaitkan radikalisme dengan agama tertentu, pada dasarnya radikalisme adalah masalah politik dan bukan ajaran agama,” terang AKBP Indra.

AKBP Indra Gunawan, menyebutkan, beberapa ciri yang dapat dikenali dari sikap dan paham radikal yaitu intoleran terhadap orang lain, fanatik (menganggap dirinya benar dan selalu menganggap orang lain salah), ekslusif (membedakan diri dengan umat islam lainnya), revolusioner (cenderung menggunakan cara-cara kekerasan untuk mencapai tujuan).

“Alasan seseorang menjadi radikal yaitu biasanya karena kepentingan personal dan ideologi finansial, kelompok radikal menyebarluaskan dengan menebar janji janji kebutuhan finansial yang akan mencukupi seseorang dan juga propaganda politik yang menarik untuk seseorang,” kata AKBP Indra.

Menurut, AKBP Indra Gunawan, ada beberapa faktor latar belakang seseorang dapat terserang paham radikalisme sebagai berikut :

1) Faktor pemikiran radikalisme dapat berkembang karena adanya pemikiran bahwa segala sesuatunya harus dikembalikan ke agama walaupun dengan cara yang kaku dan menggunakan kekerasan;

2) Faktor ekonomi (masalah ekonomi dapat berperan membuat pagam radikalisme muncul di berbagai negara);

3) Faktor politik (adanya Pemikiran sebagian masyarakat bahwa seorang pemimpin negara hanya berpihak kepada pihak tertentu, sehingga muncul kelompok-kelompok masyarakat yang terlihat ingin menegakkan keadilan);

BACA JUGA :  Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Singgalang 2019 Polres Solok

4) Faktor sosial (sebagian masyarakat masih ada yang berpikiran sempit sehingga mudah terpengaruh);

5) Faktor psikologis (pengalaman pahit dalam hidup dapat menjadi faktor penyebab radikalisme);

6) Faktor pendidikan (pendidikan yang salah merupakan faktor penyebab munculnya Radikalisme di berbagai tempat khususnya dalam pendidikan agama.)

AKBP Indra Gunawan, menuturkan, untuk menyikapi permasalahan tersebut perlu adanya strategi agar seseorang tidak mudah percaya paham radikalisme dan terorisme, yaitu dengan:

1) Memperkenalkan ilmu pengetahuan dengan baik dan benar;

2) Meminimalisir kesenjangan sosial;

3) Menjaga persatuan dan kesatuan;

4) Mendukung aksi perdamaian;

5) Berperan aktif dalam melaporkan radikalisme dan terorisme;

6) Meningkatkan pemahaman akan hidup kebersamaan;

7) Menyaring informasi yang didapatkan;

8) Ikut aktif mensosialisasikan radikalisme terorisme.

Komentar Facebook