Beranda Hukum Sat Narkoba Polres Ciamis Ungkap Peredaran Obat Farmasi Tanpa Ijin

Sat Narkoba Polres Ciamis Ungkap Peredaran Obat Farmasi Tanpa Ijin

153
0

Kepolisian Resor Ciamis kembali mengungkap jaringan peredaran obat Farmasi jenis MF dan Hexymer. Kali ini dua orang laki-laki warga Cikoneng berinisial AS dan DS yang diduga sebagai pengedar, menyimpan dan membawa  obat sedian farmasi jenis hexsimer tanpa ijin diamankan polisi.

Ciamis, Jabar | Kedua orang tersebut ditangkap anggota Satres Narkoba Polres Ciamis di tempat yang berbeda yaitu Persimpangan perapatan Nasol dan Indomart Jetak Sindangsari Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis, Jum’at (14/02/2020). Dari keduanya polisi berhasil menyita ratusan butir obat psikotropika jenis Heksimer dan MF

Hal tersebut di ungkapkan Kapolres Ciamis AKBP. Dr. Bismo Teguh Prakoso SH.,S.IK.,MH didampingi Kasat Narkoba AKP Darli S.Sos dan Paur Humas Polres Ciamis AKP H.Iis Yeni Idaningsih SH,kepada para awak media pada saat menggelar Jumpa Pers di markas kepolisian polres Ciamis, Senin (17/02/2020).

Bismo mengungkapkan, Kasus tersebut bermula dari laporan masyarakat yang menyebut bahwa di TKP yaitu di Simpang Empat Nasol, Kec.Cikoneng ada seorang laki-laki yang gerak geriknya mencurigakan, setelah dilakukan pemeriksaan  di dapat obat farmasi jenis Hexyimer dikantong anyam bambu dan 120 obat farmasi dengan merk MF dan mengaku bernama AS.

Dari hasil interogasi yang di dapat kepada petugas AS mengaku membeli obat tersebut dari seorang laki-laki inisial AB (DPO) untuk diedarkan dengan sasarannya kaum muda.

Selain menangkap AS di hari yang sama, Polisi juga melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan S alias D di Persimpangan Jetak Sindangsari dekat Indomart di Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis Pada hari Jum’at (14/02/2020) dan dari keterangan tersangka kepada polisi, (DS) mengaku membelinya secara langsung dari inisial (J) warga Bandung yang kini menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) Jajaran Satnarkoba Polres Ciamis,” jelasnya.

Atas perbuatannya kini kedua pelaku di amankan di sel tahanan Polres Ciamis untuk proses persidangan dan diganjar serta dikenakan pasal 196 Undang-Undang RI No 36 Tahun 2009 Tentang penyalahgunaan sediaan obat farmasi  dengan ancaman 10 tahun kurungan penjara dan denda 1 Milyar Rupiah,” tegasnya.

Sementara Kasat Narkoba Polres Ciamis AKP Darli seusai jumpa pers saat diwawancarai media ini mengatakan.

Pihaknya selain mengamankan Dua Warga Cikoneng Kabupaten Ciamis, Di tempat yang berbeda jajarannya juga berhasil mengungkap kasus yang sama yaitu inisial (G) warga kabupaten Karawang ditangkap di Kec. Kawali Kab. Ciamis dan satu tersangka warga Kab. Pangandaran Inisial (S) kedua tersangka kini sudah mendekam di sel jeruji besi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dari ke empat tersangka Satnarkoba Polres Ciamis mengamankan ribuan obat jenis MF, Trihexyphenidyl dan Hexymer.

Keempat tersangka diancam dengan Undang-Undang RI No 36 tahun 2009 yaitu pasal 196 yaitu “setiap yang dengan sengaja memproduksi dan atau mengedarkan sediaan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standar dan/persyaratan keamanan, khasiat kemanfaatan dan mutu di pidana 10 Tahun dan denda 1.000.000.000 atau Undang-Undang RI No 5 pasal 62 barang siapa secara tanpa hak, memiliki, menyimpan, dan atau membawa obat psikotropika di pidana 5 tahun dan pidana denda sebesar 100.000.000 (seratus juta rupiah),” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here