Beranda Polres Satpolairud Polres Karimun Bekuk 3 Orang Tersangka Rekrutmen PMI Asal NTB

Satpolairud Polres Karimun Bekuk 3 Orang Tersangka Rekrutmen PMI Asal NTB

82
0

Karimun, Kepri

Jajaran Polair Polres Karimun dipaksa untuk bekerja keras dalam pemberantasan kejahatan rekrutmen pekerja yang akan dikirim ke Malaysia. Hal itu dilakukan para pihak yang tidak bertanggungjawab (Calo) demi untuk mendapatkan uang. 8 orang korban Calon Pekerja Migran Indonesia secara illegal atau non prosedural asal Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Menurut Kapolres Karimun melalui Kasatpolair Polres Karimun AKP. Binsar Samosir, SH., MH., yang didampingi BP2MI Kabupaten Karimun (Ronal) Rabu (26/1/2022) di Rupatama Polres Karimun menjelaskan, 3 orang tersangka yang diamankan Satpolairud Polres Karimun, merupakan kelompok yang saling berkaitan dan mempunyai peran masing-masing.

8 orang calon PMI tersebut berasal dari Lombok Prov. NTB, yang berangkat dari Lombok pada hari Sabtu (22/1/2022). Setiba di Batam, mereka dijemput Tersangka G, kemudian sebagian calon PMI diinapkan di rumah tersangka dan sebagian PMI lagi diinapkan di hotel. Setiba di penginapan Jam 17.00 Wib salah seorang PMI (korban) berinisial P dipanggil oleh tersangka G untuk menyerahkan uang sebesar Rp 32.500.000 (Tiga Puluh Dua Juta lima Ratus ribu Rupiah) yang telah dikumpul dari para korban Calon PMI yang akan diberangkatkan.

Kasatpolair Polres Karimun, AKP. Binsar Samosir, SH., MH.

Pada hari Minggu (23/1/ 2022) jam 11.00 wib ke-8 (delapan) orang PMI tersebut diberangkatkan oleh Tersangka G menuju Tanjung Balai Karimun, namun sudah diarahkan dan diberi nomor HP Tersangka R alias H. Setiba di Tanjung Balai Karimun para calon PMI tersebut telah ditunggu untuk dijemput oleh Pelaku E sesuai pesanan dan perintah dari Tersangka R alias H agar diantar ke Pamak Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun untuk diserahkan kepada R Alias H.

Pengungkapan terhadap 3 orang Tersangka ini mempunyai peran masing-masing, diantaranya “G” perekrut calon PMI, “E” sebagai penjemput dan “R alias H” tekong boat yang akan membawa korban calon PMI ke Malaysia.

“Selain tersangka, sejumlah barang bukti yang telah kita amankan diantaranya identitas tersangka, Identitas calon korban PMI, ATM BNI dan Buku Rekening yang digunakan tersangka dalam menjalankan perannya, uang korban calon PMI yang telah dikumpulkan sebanyak Rp 32.500.000,- (tiga puluh dua juta lima ratus ribu rupiah) oleh Tersangka G dan ditransfer ke rekening BNI R alias H sebesar Rp 20.000.000 (dua puluh juta rupiah) sebagai bentuk jasa atau ongkos. Untuk ke-8 korban calon PMI tersebut, kita sudah berkoordinasi dengan BP2MI Kabupaten Karimun (Ronal) terkait dengan pengembalian ke daerah asal korban. Dan para tersangka akan kita kenakan pasal 81 Jo 86 Undang-undang nomor 18 Tahun 2017 dengan ancaman pidana paling lama 10 sepuluh tahun,” tuturnya. (Ariyanto N.)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here