Beranda Polres Satreskrim Polres Sabang Limpahkan Lima Tersangka Baru Kasus Penganiayaan Anak Dibawah Umur...

Satreskrim Polres Sabang Limpahkan Lima Tersangka Baru Kasus Penganiayaan Anak Dibawah Umur Ke Kejari Sabang

57
0
Selamat Hari Jadi Kabupaten Sukabumi Yang Ke -151

Sabang, NAD

Satuan Reskrim Polres Sabang, limpahkan lima tersangka baru tahap II atas kasus penganiayaan anak dibawah umur yang mengakibatkan bayi yang dikandung berumur tujuh bulan meninggal dunia, setelah dilakukan dilakukan penganiayaan oleh seorang oknum bidang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Sabang.

Kapolres Sabang melalui KBO Satreskrim Polres Sabang, Aiptu Rizal Bahnur dalam keterangan persnya kepada awak media, Selasa (03/08/2021) mengatakan, pengungkapan kasus tindak pidana penganiayaan anak dibawak umur yang mengakibatkan kematian tersebut terungkap berdasarkan Laporan Polisi Nomor :  LP.A/08/V/RES.1.6./2021/ACEH/SPKT/RES.SBG, tanggal 21 Mei 2021. KBO Satreskrim Aiptu Rizal Bahnur didampingi Kanit Opsnal Bripka Rahmat Saputra, Kanit PPA Bripka Adetia dan Kasiwas T. Arizal, SH., di Mapolres Sabang.

Dijelaskannya, modus operandinya adalah akibat perbuatan persetubuhan anak dibawah umur yang dilakukan oleh tersangka sebelumnya yakni MR, dengan merayu koban NO gadis belia berunur 16 tahun, dengan kata-kata bahwa tersangka MR siap bertanggungjawab apabila korban NO hamil, maka terjadi hubungan layaknya suami istri beberapa kali sehingga koban NO hamil.

Setelah korban NO mengadung 7 bulan, korban dan kedua belah pihak orangtuanya masing-masing memeriksa kehamilan kandungan kepada salah seorang oknum bidan (PNS) Pemko Sabang yang berinisial HYT, yang sudah terlebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka dan sudah menjadi tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sabang, dan dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Sabang.
Nah, disinilah berawal mulai terjadi tindak pidana kasus tersebut, dimana oknum bidan HYT menyampaikan bahwa apabila anak yang dikandung koban NO lahir, maka bayinya lahir dalam keadaan cacat. Sehingga, korban NO dan kedua orangtuanya masing-masing sepakat untuk menggugurkan kandungan NO.

Setelah disepakati bersama antara tersangka MR, HYT dan NO, kemudian sekitar bulan Mei 2021 lalu dibertahukan kepada orangtuanya masing-masing untuk merencanakan pengguguran bayi yang dikandung korban NO, yang sudah berumur 7 bulan itu.

“Dalam proses pengguguran yang dilakukan tersangka HYT dan MR tersebut melibatkan kedua orangtua dan nenek koban NO, serta kedua orangtua tersangka MR, yang hari ini dilimpahkan oleh Sat Reskrim Polres Sabang ke Kejari Sabang. Kini jumlah keseluruhan tersangka dalam kasus tersebut menjadi 7 orang, masing-masing lima tersangka baru adalah SUT (47) ayah kandung tersangka MR, Safriati (42) ibu kandung tersangka MR, KAS (47) ayah dari korban NO, MUR (45) ibu dari korban NO dan NHB (71) nenek dari korban NO,” jelasnya.

Kepada tersangka, terang KBO Aiptu Rizal Bahnur, akan dipersangkakan Pasal 80 Ayat (3) Jo UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 351 Ayat (3) KUHPidana, Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke 1 Huruf e Jo Pasal 56 Ayat (1) Ke 1 Huruf e KUHPidana.

“Ancaman hukumannya, 1. Sesuai Pasal 80 Ayat (3) UU RI No. 23 Tahun 2002 dengan hukuman penjara paling lama 15 Tahun dan denda paling banyak Rp 3 Milyar, 2. Pasal 351 Ayat (3) KUHPidana dengan hukuman penjara paling lama 7 tahun dan yang ke 3 Pasal 348 Ayat (1) KUHPidana dengan hukuman penjara paling lama 5 tahun 6 bulan penjara,” terang Aiptu Rizal Bahnur. (Jalaluddin Zky)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here