Beranda Daerah Selama Tahun 2020 Kejati Aceh Berhasil Tangani 20 Perkara Tindak Pidana Korupsi

Selama Tahun 2020 Kejati Aceh Berhasil Tangani 20 Perkara Tindak Pidana Korupsi

89
0
Gedung Kejati Aceh
Selamat Hari Jadi Kabupaten Sukabumi Yang Ke -151

Banda Aceh, NAD

Selama tahun 2020, Kejaksaan Tinggi Aceh, sukses menangani sebanyak 20 perkara tindak pidana korupsi, sementara 15 perkara lagi masih dalam tahap penyelidikan bahkan 5 perkara sudah ditingkatkan ketahap penyidikan.

Dari jumlah 5 perkara dalam tahap penyidikan antara lain:

1. Perkara Keramba Jaring Apung.
2. Perkara Muara Situlen.
3. Perkara Jembatan Kuala Gigieng.
4. Perkara pada Pelindo Aceh
5. Perkara pengadaan tanah di Aceh Tamiang.

Untuk ke 5 perkara penyidikan dan pengembangan tersebut adalah :

– Perkara Keramba Jaring Apung, lokasi laut Sabang sedang menunggu audit kerugian negara dari BPK. Namun dalam kasus ini, Jaksa telah menetapkan satu orang tersangka berinisial D dan menyita sejumlah barang bukti termasuk uang tunai senilai Rp 36,2 miliar.

– Perkara Muara Situlen, sedang menunggu penghitungan ahli dan menunggu ditindaklanjuti penghitungan kerugian Negara dari BPKP Aceh, namun dalam perkara Muara Situlen tersebut, penyidik sudah menghitung estimasi kerugian negara sebesar Rp 2 miliar dan sudah ada penetapan tersangka empat orang, yakni (J) selaku KPA, (SA) selaku pihak PPTK, (KS), (KR) rekanan, dan ada satu tersangka lainnya tetapi sudah meninggal dunia. Estimasi tersebut masih ada kemungkinan bertambah setelah nanti ada kepastian dari ahli dan auditor BPKP.

– Perkara jembatan Kuala Gigieng di Pidie sedang dalam tahap perhitungan ahli fisik dari Unsyiah bersama penyidik yang turun ke lapangan melakukan pengecekan lapangan. Hasilnya nanti akan diserahkan pada BPKP Perwakilan Aceh untuk dilakukan penghitungan kerugian negaranya.

– Perkara Pelindo Aceh hingga saat ini masih dalam tahap pengumpulan keterangan para saksi dan pengumpulan alat bukti, namun terkendala dengan situasi covid, karena para saksi positif covid dan berada di Medan yang masuk dalam zonasi merah, sehingga belum dapat diperiksa tetapi untuk saksi yang berada di Banda Aceh sudah dilakukan pemeriksaan.

– Perkara pengadaan tanah di Aceh Tamiang, Kejati Aceh mengambil alih perkara yang ditangani oleh Kejari Aceh Tamiang. Awal tahun ini, Kejati Aceh mulai melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan alat bukti lainnya. (Jalaluddin Zky)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here