Beranda Daerah Sempat Terlontar Haji Robert Pembohong Besar, Lembaga Adat LEPA Boeng Sampaikan Permohonan...

Sempat Terlontar Haji Robert Pembohong Besar, Lembaga Adat LEPA Boeng Sampaikan Permohonan Maaf

91
0
Selamat Hari Jadi Kabupaten Sukabumi Yang Ke -151

Tobelo, Halut

Aksi protes yang dilakukan oleh Lembaga Pemuda Adat (LEPA BOENG) Kao beberapa waktu lalu, sempat menimbulkan kontroversi dikalangan masyarakat lingkar tambang, akibat dari pernyataan dan berbagai macam dalil hinga pada menjudge/menghakimi yang keluar dari mulut para pelaku aksi dengan mengatakan,”PAK Hi ROBERT NITHIYUDO PEMBOHONG BESAR”.

Mesak Habari, salah satu pemuda Boeng, menyampaikan bahwa aksi protes yang dilakukan itu pada beberapa waktu lalu adalah bentuk dari mesin pengontrol terhadap sisa-sisa kebiasaan lama yang masih bercokol di tubuh PT. Nusa Halmahera Minerals (NHM). “Kami fokus pada oknum-oknum yang masih menerapkan kebiasaan lama di dalam PT NHM,” pungkasnya.

Namun dalam aksi tersebut, sebagai generasi muda belum mampu mengontrol emosi sehingga dalam penyampaian orasi, ada narasi yang menyampaikan bahwa, “PAK Hi ROBERT NITHIYUDO PEMBOHONG BESAR”.

Sehingga membuat Presiden Direktur PT. Indotan Halmahera Bangkit/NHM tersinggung. “Pada prinsipnya kami selaku anak-anak muda yang tergabung dalam Lembaga Pemuda Adat (LEPA BOENG) tidak berniat untuk menghina ataupun mencemarkan nama baik pemilik saham terbesar dalam perusahan yang ada di tanah Gosowong,” kata Mesak Habari, Selasa (26/01/2021).

“Selaku anak muda yang masih membutuhkan berjuta-juta pengalaman tetap melangkah maju walaupun badai akan menggoncang, karena pada hakekatnya tidak ada seorang nelayan yang hebat tanpa ombak yang keras,” katanya.

Mesak juga menyebutkan berbagai macam pertimbangan telah dilalui, ketersinggungan dari Presdir PT. Indotan/NHM dengan adanya kata pembohong karena tidak sesuai dengan semua yang telah di lakukan. “Karena itu, kami atas nama Lembaga Pemuda Adat (LEPA BOENG) menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya jika kata-kata kami membuat Pak Presdir tersinggung dan marah,” ujarnya.

Mesak menambahkan, mungkin kata-kata yang dilontarkan terlalu keras tetapi pada prinsipnya mereka hanya mau menyampaikan bahwa itulah kelemahan dan kelebihan orang Kao bahwa ketegasan dalam bersikap adalah warisan dari para leluhur untuk anak cucu. “Kami sebagai anak negeri tidak mau di jadikan objek oleh mereka-mereka yang hanya mencari makan di wilayah ini, tetapi kami harus di jadikan subjek untuk keberlangsungan hidup generasi penerus,” tambahnya. (Roby Pangemanan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here